Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Juli 2025 | 00.05 WIB

Ghosting dan Luka yang Tak Terucap: Mengapa Menghilang Diam-diam Bisa Menyisakan Luka Mendalam

Ilustrasi ghosting (Freepik) - Image

Ilustrasi ghosting (Freepik)

JawaPos.com - Di era komunikasi serba cepat, hubungan tidak selalu berakhir dengan pertengkaran atau perpisahan dramatis. 

Kadang kala, seseorang tiba-tiba menghilang tanpa kata pamit, tanpa penjelasan, dan tanpa jejak. 

Situasi ini kerap disebut sebagai ghosting, sebuah istilah yang menggambarkan hilangnya komunikasi secara mendadak tanpa penutup yang jelas.

Fenomena ghosting bukan hanya membuat yang ditinggalkan merasa bingung dan sakit hati, tetapi juga menyisakan luka batin bagi pelakunya. 

Bukan karena tidak peduli, melainkan karena merasa kewalahan secara emosional dan tak mampu lagi merespons. 

Dalam banyak kasus, ghosting dilakukan bukan karena niat jahat, tetapi karena seseorang merasa tidak sanggup menghadapi tekanan emosional yang muncul.

Artikel ini akan mengajak Anda memahami apa yang sebenarnya terjadi saat seseorang memilih menghilang secara tiba-tiba. 

Bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk mengenali pola, luka tersembunyi, dan kemungkinan penyembuhan yang dapat Anda temukan dari pengalaman tersebut. 

Mari kita telaah lebih dalam alasan-alasan di balik ghosting yang sering kali tidak disadari yang dikumpulkan dari kanal YouTube Pscyh2Go pada Sabtu (26/07).

1. Ghosting Bukan Karena Tidak Peduli, Tapi Karena Sudah Terlalu Lelah

Tidak semua orang menghilang karena ingin menyakiti. 

Ada yang merasa jenuh secara emosional hingga tak sanggup membalas satu pesan pun. 

Dalam kondisi ini, ghosting menjadi pilihan terakhir yang diambil karena merasa satu langkah lagi akan membuatnya runtuh secara mental.

Terkadang, seseorang yang Anda hubungi tak pernah berniat meninggalkan. 

Ia hanya berkata dalam hati, “Nanti aku balas,” tapi hari berganti minggu dan akhirnya terasa canggung untuk kembali memulai percakapan. 

Ini bukan tentang ketidakpedulian, melainkan kelelahan yang membekukan kemampuan untuk menjalin koneksi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore