Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Juli 2025 | 21.08 WIB

Orang yang Menjadi Lebih Cantik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Melakukan 9 Kebiasaan Ini Setiap Hari

Ilustrasi. (Pexels.com) - Image

Ilustrasi. (Pexels.com)

JawaPos.com - Ada sesuatu yang menarik dari mereka yang tampaknya menua ke arah yang lebih bercahaya. 

Bukan karena melawan penuaan mati-matian, tapi karena menyambutnya dengan anggun seolah setiap tahun yang lewat justru menambahkan lapisan baru dari daya tarik mereka.

Tipe seperti ini mungkin pernah kamu temui: instruktur yoga usia 60-an dengan kulit bersinar seperti habis minum dari mata air rahasia, atau pria rambut perak yang terlihat seperti karakter film indie saat sedang memilih buah persik di pasar petani. 

Setelah mengamati mereka selama bertahun-tahun (biasanya sambil menyeruput teh herbal atau mencicipi keju kacang mete buatan rumahan), pola kebiasaan mereka mulai terlihat jelas. 

Bukan rutinitas penuh tren cepat, melainkan praktik harian yang konsisten dan dilakukan dengan penuh kesadaran.

Berikut 9 kebiasaan harian orang-orang yang tampaknya justru makin memesona seiring bertambahnya usia, seperti dilansir dari VegOut.

1. Mereka Menghidrasi Seperti Itu Pekerjaan Penuh Waktu Tapi Membuatnya Menyenangkan

Mereka tidak sekadar minum air, mereka memperlakukan hidrasi seperti ritual kecil yang menyenangkan. 

Air lemon di pagi hari, sejumput garam pink Himalaya, klorofil, atau air mentimun dalam botol kaca cantik yang mereka bawa ke mana-mana—semuanya terasa seperti seni.

Bukan hanya kuantitas yang diperhatikan, tapi juga kualitas. Teh herbal, infused water, dan jeda teh sore adalah bagian dari keseharian. 

Hidrasi yang baik membantu menjaga elastisitas kulit, membersihkan tubuh dari racun, dan menjaga sendi tetap lentur. Tapi yang membedakan mereka? Mereka membuat kegiatan ini terasa seperti self-care, bukan tugas.

2. Mereka Menggerakkan Tubuh dengan Sukacita, Bukan Karena Merasa Wajib

Mereka tidak pergi ke gym dengan penuh beban, tapi menari di ruang tamu, berjalan kaki sambil mendengarkan playlist indie, atau mengikuti kelas qigong di taman dengan penuh semangat.

Gerakan bukan hukuman bagi tubuh, tapi bentuk selebrasi. Tidak ada jadwal latihan keras atau aplikasi pelacak langkah kaki yang menghantui. 

Mereka cukup mendengarkan tubuh sendiri dan bergerak karena senang, bukan karena merasa bersalah. Dan itulah yang membuat mereka terlihat hidup.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore