
Ilustrasi. (Pexels.com)
JawaPos.com - Seseorang bisa dengan tenang mempresentasikan portofolio bernilai miliaran rupiah di depan puluhan orang, tapi langsung berkeringat dingin ketika harus mengangkat ponsel. Jika ketimpangan itu terasa familier, kamu tidak sendirian.
Rasa gugup saat menelepon adalah hal yang umum, bahkan di kalangan orang-orang yang sangat fasih bersosialisasi. Dilansir dari VegOut, enam alasan berikut mungkin menjelaskan kenapa panggilan telepon bisa terasa seperti lari maraton tanpa pemanasan.
1. Tidak Ada Bahasa Tubuh yang Bisa Dibaca
Menelepon ibarat berdiri di atas panggung tanpa naskah dan tanpa lampu. Tanpa tatapan mata, senyum kecil, atau anggukan sopan, otak kehilangan isyarat bahwa situasinya aman. Akibatnya? Ia mulai mengarang skenario buruk.
Dan detik berikutnya, jari sudah mengarah ke tombol ignore.
Untuk menenangkan sistem saraf yang panik, coba "narasikan" apa yang biasanya dibaca dari bahasa tubuh. Kalimat seperti, “Kalau aku bicara terlalu cepat, silakan hentikan ya,” bisa membantu kedua pihak merasa lebih terhubung, meski hanya lewat suara.
2. Kritikus Batin Terlalu Aktif Saat Telepon Dimulai
Di era pesan teks dan email, tekanan untuk “sempurna saat bicara” terasa nyata. Tidak ada tombol hapus saat berbicara langsung. Jika ada kesalahan, tidak bisa dikoreksi—hanya bisa dilanjutkan.
Akibatnya, suara dalam kepala mulai menilai setiap pilihan kata, nada suara, bahkan cara tertawa.
Untuk meredamnya, cukup tempelkan catatan kecil yang mengingatkan: “Ini panggilan, bukan pertunjukan.” Kedengarannya sepele, tapi cukup untuk mengubah percakapan dari sesi audisi menjadi dialog yang santai.
3. Takut Mengganggu atau Memboroskan Waktu Orang Lain
Banyak orang merasa canggung menelepon karena takut dianggap mengganggu. Apalagi jika lawan bicara adalah orang sibuk—bayangan mereka menatap jam sambil menghitung detik bisa membuat siapa pun salah tingkah.
Solusinya? Langsung beri konteks dan durasi. Contoh: “Aku cuma punya dua pertanyaan, ini cuma butuh sekitar tiga menit.”
Dengan begitu, kamu tidak hanya memberikan struktur percakapan, tapi juga memberi diri sendiri batas yang membuat panggilan terasa lebih terkendali.
4. Pengalaman Buruk di Masa Lalu Masih Tersimpan

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
