Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 00.00 WIB

5 Kebiasaan Analog yang Sangat Dibutuhkan Otak Manusia, Salah Satunya Hal yang Berkaitan dengan Menulis

Ilustrasi orang yang sedang menulis. Sumber foto : (freepik.com/freepik)

JawaPos.com - Kebiasaan yang kita lakukan setiap harinya itu erat kaitan dengan perkembangan otak.

Sebagaimana yang dikutip dari laman Hello Sehat, otak merupakan mesin penggerak dari segala fungsi dan aktivitas gerak manusia.

Oleh karena itu, kita harus tetap menjaga kebiasaan yang tidak merusak fungsi otak. Melansir dari laman My Inner Creative pada Senin (14/07) inilah 5 kebiasaan analog yang sangat dibutuhkan otak manusia :

1. Menulis dengan cara lama

Ada sesuatu yang hampir ajaib tentang menulis dengan pena di atas kertas yang tidak akan pernah bisa ditiru oleh laptop atau ponsel pintar.

Saat Anda menulis dengan tangan, otak akan menyala dengan cara yang tidak bisa dipicu oleh mengetik.

Penelitian menemukan bahwa siswa yang mencatat dengan tangan mendapatkan skor yang lebih baik dalam hal konten faktual dan pemahaman konseptual dibandingkan dengan mereka yang mencatat di laptop.

Tampaknya tindakan fisik membentuk huruf menciptakan jalur saraf yang sepenuhnya dilewati oleh pengetikan. Otakmu akan mengingat apa yang diciptakan oleh tangan sendiri.

2. Berjalan tanpa tujuan

Perlu kamu ketahui bahwa berjalan 20 mil sehari untuk menjernihkan pikiran dan mengembangkan alur cerita, itu tidak hanya berolahraga tapi membiarkan otaknya melakukan hal terbaiknya saat sendirian.

Penelitian ini sepenuhnya mendukung hal ini. Serangkaian eksperimen penting di Universitas Stanford menemukan bahwa partisipan menghasilkan 60 persen lebih banyak ide kreatif saat berjalan daripada saat duduk.

3. Membaca buku dari kertas

Buku fisik menciptakan hubungan yang sama sekali berbeda dengan informasi. Saat kamu membaca di atas kertas, kamu tidak hanya memproses kata-kata tapi sedang membangun peta mental tentang di mana ide-ide berada di halaman-halaman sebenarnya.

Kamu ingat bahwa wawasan krusial itu berada "sekitar pertengahan halaman kiri" dengan cara yang tak pernah dimungkinkan oleh teks digital.

Ilmu pengetahuan juga cukup jelas tentang hal ini. Para peneliti telah menyatakan bahwa "membaca teks naratif dan ekspositori linear di layar komputer menyebabkan pemahaman bacaan yang lebih buruk daripada membaca teks yang sama di atas kertas".

4. Menghabiskan waktu di alam

Alam tidak hanya menyediakan latar belakang yang nyaman untuk pikiranmu, tapi alam juga secara aktif memperbaiki fungsi kognitif. Faktanya, kesehatan dan kesejahteraan yang baik berkaitan dengan menghabiskan setidaknya 120 menit di alam setiap minggu.

5. Tidur dalam kegelapan total

Terakhir, otak kita memiliki hubungan kuno dengan kegelapan yang tak tergoyahkan oleh "mode malam" apa pun. Ketika kegelapan yang sesungguhnya menerpa, otak mulai memproduksi melatonin. 

 
Melatonin sendiri merupakan hormon yang tidak hanya membuat kamu mengantuk, tetapi juga memperbaiki dan mengonsolidasikan semua yang kamu pelajari hari itu.

Penelitian tentang hal ini cukup memberatkan budaya kita yang terobsesi dengan layar. Seperti yang telah dicatat oleh para ahli.

"Berbagai studi ilmiah telah menunjukkan bahwa paparan cahaya biru, terutama sebelum tidur, dapat menyebabkan gangguan sirkadian dan menghambat sekresi melatonin di otak, yang pada akhirnya mengakibatkan penurunan kualitas dan durasi tidur."

Kegelapan yang sesungguhnya yakni tanpa ponsel, tirai gelap, tanpa lampu LED, tanpa alarm yang menyala, memungkinkan otak memasuki siklus tidur nyenyak yang mustahil terjadi ketika bermandikan cahaya buatan.
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore