Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Juli 2025 | 05.47 WIB

Terkena Cancel Culture di Medsos, Ini 5 Cara Bertahan Jika Kamu di Cancel di Media Sosial!

Ilustrasi cancel culture - Image

Ilustrasi cancel culture

JawaPos.com - Bagi kamu yang senang scrolling medsos hampir setiap hari, mungkin familiar dengan istilah cancel culture. Berkaitan erat dengan media sosial, cancel culture berarti menarik dukungan dari seseorang yang dianggap melakukan kesalahan.

Hal ini sering terjadi di media sosial, terutama pada figur terkenal yang sudah memiliki nama. Kesalahan yang dimaksud bisa berupa perkataan yang bertentangan dengan norma, sampai perilaku yang membuat orang tersinggung.

Cancel culture ini bisa jadi pelajaran yang tepat bagi masyarakat untuk memperhatikan tindakan dan perkataan. Namun, ada juga cancel culture yang salah misalnya tindakan yang diboikot ternyata adalah rumor atau hoax.

Cancel culture ini pun memiliki dampak negatif bagi para korban. Mulai dari kontrak pekerjaan yang batal, pengikut yang berkurang sampai kesehatan mental.

Apabila kamu terkenal cancel culture, perlu bagi kamu untuk bertahan dalam melewati badai boikot atau hujatan yang sedang berlangsung. Dipetik dari Touch dan Digital for Life, berikut ini merupakan 5 cara bertahan jika kamu di cancel di medsos:

1. Refleksi Diri Sendiri

Cara pertama yang bisa kamu lakukan jika kamu di cancel di media sosial adalah refleksi diri sendiri. Sebelum kamu menentukan langkah yang lain, kamu perlu tahu masalah apa yang membuat kamu dicancel.

Baik itu dari salah satu perkataanmu di salah satu konten, komentar di postingan orang lain, video diam-diam dari netizen atau bahkan cuitan masa lalu yang problematik. Kamu perlu menganalisis permasalahan yang ada.

Setelah itu, kamu bisa melakukan refleksi diri sendiri dan memahami apakah kamu berada di pihak yang salha atau tidak. Hal ini bisa menentukan sikap dan juga tindakan kamu setelah ini.

2. Minta Maaf Jika Perlu

Cara kedua untuk bertahan ketika di cancel di media sosial adalah minta maaf jika perlu. Hal ini perlu kamu lakukan jika kamu ada di pihak yang salah. Apabila kamu di pihak yang benar, kamu bisa mengklarifikasi apa yang terjadi.

Akan lebih baik jika kamu melakukan hal ini segera setelah kamu dicancel. Baik kamu di pihak yang salah atau benar, hal ini jadi bentuk tanggung jawab kamu pada audiens yang sudah mempercayai kamu.

Kamu bisa meminta maaf pada pihak yang merasa dirugikan, secara langsung melalui pesan privat, menemui di dunia nyata, maupun membuat pernyataan di media sosial.

3. Rekam Jejak Peristiwa

Cara ketiga untuk bertahan ketika di cancel di media sosial adalah rekam jejak peristiwa. Ketika kamu dicancel, orang lain tidak peduli jika kamu di pihak yang salah atau benar.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore