
Ilustrasi balita susah makan atau pilih-pilih makanan (picky eater).
JawaPos.com- Picky eater atau si pemilih makanan ternyata bukan cuma dialami anak-anak. Banyak juga orang dewasa yang mengalami hal serupa, dengan pantangan makan yang cukup panjang. Dilansir dari Healthline, faktanya, sekitar 15-35% anak dan orang dewasa mengalami picky eating, bahkan bisa jadi lebih tinggi karena sulitnya meneliti fenomena ini.
Pada anak-anak, picky eating biasanya dianggap fase wajar dalam masa tumbuh kembang. Namun bagi orang tua, menyajikan makanan sehat yang terus ditolak tentu membuat frustrasi.
Sementara pada orang dewasa, picky eating bisa menimbulkan tekanan saat harus makan bersama teman atau rekan kerja. Masalahnya, jika picky eater tidak makan dengan baik, maka asupan nutrisinya bisa tidak seimbang dan memengaruhi kesehatan.
Picky eating adalah kondisi saat seseorang enggan mencoba makanan baru atau bahkan makanan yang familiar. Biasanya disertai preferensi kuat terhadap rasa atau tekstur tertentu. Ada yang hanya mau makanan yang renyah, ada juga yang tidak suka aroma tajam, warna tertentu, hingga tekstur lembut.
Beberapa faktor internal seperti kepribadian, temperamen, atau riwayat medis, serta faktor eksternal seperti tekanan saat makan atau gaya parenting otoriter bisa memicu picky eating.
Picky eater berisiko kekurangan zat gizi penting seperti zat besi dan zinc karena lebih sedikit mengonsumsi ikan, daging, buah, dan sayur dibandingkan pemakan normal. Dalam kasus ekstrem, bisa terjadi gangguan pertumbuhan atau masalah perkembangan.
Hindari tekanan dan hadiah dengan memberi imbalan agar anak makan justru memperburuk picky eating.
Kenalkan makanan baru secara bertahap dan sajikan porsi kecil di samping makanan favorit.
Kreasikan makanan sesuai preferensi tekstur. Misalnya, anak yang suka makanan renyah bisa diberi kacang mede, edamame panggang, atau wortel mini.
Libatkan anak saat memasak dengan menabur bumbu atau mencicipi bahan makanan bisa membuat mereka lebih tertarik.
Gunakan metode deconstructed meal, sajikan bahan makanan secara terpisah agar anak bisa memilih dan merasa nyaman.
Picky eater dewasa mungkin merasa malu atau tertekan karena kesulitan menikmati beragam makanan sehat. Berikut tips mengatasinya:
Mulai dari hal kecil, buat daftar makanan yang tidak disukai dan cari alternatif sejenis yang lebih mudah diterima.
Modifikasi makanan favorit, misalnya, ganti roti tawar biasa dengan roti gandum utuh atau campurkan sayur dalam saus pasta favorit.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
