Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Mei 2025 | 01.25 WIB

7 Tanda Diam-diam Pernikahan Mulai Retak, Menurut Para Ahli

Pasangan yang tampak canggung dan jarang berbicara. - Image

Pasangan yang tampak canggung dan jarang berbicara.

JawaPos.com - Menjalani pernikahan yang terasa tanpa cinta bisa sangat melelahkan. Anda mungkin tidak sadar kapan atau bagaimana hubungan ini sampai pada titik tersebut.

Penelitian dari Universitas Cambridge menunjukkan bahwa pernikahan yang kehilangan cinta biasanya terjadi secara perlahan, akibat masalah yang tidak terselesaikan, komunikasi yang buruk, dan minimnya interaksi positif.

Namun, masalah dalam pernikahan jarang muncul tiba-tiba. Biasanya, masing-masing pasangan hanya berusaha bertahan dari rutinitas sehari-hari hingga jarang menyadari kerusakan yang sudah menumpuk.

Dilansir dari Your Tango, menurut para ahli, saat pernikahan mulai retak, 7 tanda diam-diam ini biasanya muncul lebih dulu:

1. Sulit Berkomunikasi dengan Sopan dan Santun
Ketika Anda merasa tersakiti atau merasa diperlakukan tidak adil oleh pasangan, komunikasi menjadi sangat sulit. Setiap pembicaraan berubah menjadi pertengkaran karena merasa tidak didengar.

Anda dan pasangan sering membahas kesalahan masa lalu, yang berakhir dengan emosi yang memuncak. Kurangnya kemampuan mendengar secara aktif membuat Anda hanya berasumsi tanpa benar-benar memahami satu sama lain.

Akibatnya, masalah yang sebenarnya seperti perbedaan nilai dan harapan tetap tersembunyi dan terus berulang.

2. Ada Banyak Keheningan di Antara Kalian
Diam yang berkepanjangan bukan karena damai, tapi karena merasa tak ada lagi yang bisa dibicarakan. Anda mungkin sengaja membatasi kontak agar tidak terjadi konflik, atau merasa perlu menyusun pikiran terlebih dahulu.

Padahal pasangan seharusnya menjadi tempat berbagi perasaan terdalam, baik suka maupun duka. Saat Anda mencari dukungan di tempat lain, Anda membangun tembok antara Anda dan pasangan, yang malah membuka peluang munculnya perselingkuhan.

3. Empat Penunggang Kuda Menghancurkan Pernikahan
Menurut psikolog John Gottman, ada empat pola komunikasi berbahaya dalam pernikahan: kritik, defensif, penghinaan (contempt), dan penutupan diri (stonewalling).

Kritik menyerang karakter pasangan, bukan hanya tindakan.

Sikap defensif muncul saat merasa diserang.

Penghinaan membuat pasangan merasa tidak dihargai.

Penutupan diri adalah ketika salah satu pihak menarik diri dari komunikasi.

Empat hal ini adalah sinyal kuat bahwa pernikahan Anda sedang dalam bahaya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore