
Pasangan yang tampak canggung dan jarang berbicara.
JawaPos.com - Menjalani pernikahan yang terasa tanpa cinta bisa sangat melelahkan. Anda mungkin tidak sadar kapan atau bagaimana hubungan ini sampai pada titik tersebut.
Penelitian dari Universitas Cambridge menunjukkan bahwa pernikahan yang kehilangan cinta biasanya terjadi secara perlahan, akibat masalah yang tidak terselesaikan, komunikasi yang buruk, dan minimnya interaksi positif.
Namun, masalah dalam pernikahan jarang muncul tiba-tiba. Biasanya, masing-masing pasangan hanya berusaha bertahan dari rutinitas sehari-hari hingga jarang menyadari kerusakan yang sudah menumpuk.
Dilansir dari Your Tango, menurut para ahli, saat pernikahan mulai retak, 7 tanda diam-diam ini biasanya muncul lebih dulu:
1. Sulit Berkomunikasi dengan Sopan dan Santun
Ketika Anda merasa tersakiti atau merasa diperlakukan tidak adil oleh pasangan, komunikasi menjadi sangat sulit. Setiap pembicaraan berubah menjadi pertengkaran karena merasa tidak didengar.
Anda dan pasangan sering membahas kesalahan masa lalu, yang berakhir dengan emosi yang memuncak. Kurangnya kemampuan mendengar secara aktif membuat Anda hanya berasumsi tanpa benar-benar memahami satu sama lain.
Akibatnya, masalah yang sebenarnya seperti perbedaan nilai dan harapan tetap tersembunyi dan terus berulang.
2. Ada Banyak Keheningan di Antara Kalian
Diam yang berkepanjangan bukan karena damai, tapi karena merasa tak ada lagi yang bisa dibicarakan. Anda mungkin sengaja membatasi kontak agar tidak terjadi konflik, atau merasa perlu menyusun pikiran terlebih dahulu.
Padahal pasangan seharusnya menjadi tempat berbagi perasaan terdalam, baik suka maupun duka. Saat Anda mencari dukungan di tempat lain, Anda membangun tembok antara Anda dan pasangan, yang malah membuka peluang munculnya perselingkuhan.
3. Empat Penunggang Kuda Menghancurkan Pernikahan
Menurut psikolog John Gottman, ada empat pola komunikasi berbahaya dalam pernikahan: kritik, defensif, penghinaan (contempt), dan penutupan diri (stonewalling).
Kritik menyerang karakter pasangan, bukan hanya tindakan.
Sikap defensif muncul saat merasa diserang.
Penghinaan membuat pasangan merasa tidak dihargai.
Penutupan diri adalah ketika salah satu pihak menarik diri dari komunikasi.
Empat hal ini adalah sinyal kuat bahwa pernikahan Anda sedang dalam bahaya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
