Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 20.42 WIB

10 Tugas Emosional yang Diam-Diam Menguras Energi Perempuan, Salah Satunya Jadi Tumpuan Keluarga

Ilustrasi shio yang bekerja keras dan akan mendapat rezeki bertubi-tubi. (Pexels/Andrew Neel) - Image

Ilustrasi shio yang bekerja keras dan akan mendapat rezeki bertubi-tubi. (Pexels/Andrew Neel)

JawaPos.com - Pekerjaan emosional sering kali tidak masuk dalam daftar tugas harian, tidak pernah disebut dalam pidato penghargaan, dan hampir tak pernah diapresiasi secara langsung. Namun, justru itulah jenis pekerjaan yang paling melelahkan dan sering kali dilakukan oleh perempuan, diam-diam, setiap hari.

Bentuknya tidak dramatis. Tidak mencolok. Tapi justru karena diam-diam itulah, tugas-tugas ini menguras energi secara perlahan tapi pasti.

Mulai dari mengingat jadwal keluarga hingga menjadi penengah konflik, semuanya dilakukan dalam senyap. Dan meski kelihatannya ringan, beban emosional ini bisa menumpuk dan membuat siapa pun kelelahan.

Yuk, kita bahas sepuluh tugas emosional yang paling sering bikin perempuan capek tanpa disadari, dikutip dari Geediting, Jumat (23/5).

1. Jadi ‘pengatur waktu’ keluarga

Siapa yang tahu kapan anak harus ke dokter? Siapa yang ingat tanggal ulang tahun tante, sepupu, sampai cucu tetangga? Kemungkinan besar, jawabannya adalah: Ibu. Perempuan sering kali menjadi “otak kalender” rumah tangga, mengatur, mengingat, dan memastikan semuanya berjalan lancar.

Meskipun kelihatan sepele, tugas ini butuh perhatian dan energi terus-menerus. Mengatur jadwal itu artinya otak tidak pernah benar-benar istirahat. Solusinya? Gunakan aplikasi atau kalender bersama agar semua anggota keluarga ikut bertanggung jawab.

2. Menenangkan suasana hati semua orang

Perempuan sering menjadi penyejuk saat suasana hati di rumah memanas. Anak tantrum? Pasangan bad mood? Saudara sensi? Dialah yang turun tangan meredam emosi.

Masalahnya, menjadi orang yang selalu harus tenang dan sabar itu menguras energi. Apalagi kalau di saat yang sama, kita juga sedang berjuang dengan emosi sendiri. Maka, penting untuk berbagi peran biar nggak semua beban jatuh ke satu orang saja.

3. Jadi koordinator acara sosial

Dari kumpul keluarga sampai pesta ulang tahun anak, biasanya perempuan yang jadi panitia dadakan. Mulai dari cari tanggal, booking tempat, sampe ngecek siapa bawa apa.

Lama-lama, jadi MC sosial seperti ini bisa bikin lelah batin. Jangan ragu minta bantuan. Biar acara tetap jalan, tanpa harus mengorbankan ketenangan hati sendiri.

4. Selalu tahu apa yang harus dilakukan

Ketika ada yang harus dikerjakan, entah buang sampah atau isi ulang sabun, perempuan seringkali yang pertama sadar, dan akhirnya langsung mengurus.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore