Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 00.05 WIB

Tren Cuci Muka Pakai Sampo Antijamur untuk Atasi Fungal Acne, Efektif atau Berisiko?

Ilustrasi cuci muka pakai sampo antijamur untuk atasi fungal acne. (Pexels.com) - Image

Ilustrasi cuci muka pakai sampo antijamur untuk atasi fungal acne. (Pexels.com)

JawaPos.com – Tren menggunakan sampo untuk cuci muka, khususnya untuk mengatasi fungal acne, sempat menjadi viral.

Tren menggunakan sampo untuk mencuci muka, terutama sampo dengan kandungan antijamur seperti ketoconazole untuk mengatasi fungal acne alias jerawat jamur.

Banyak pengguna TikTok dan Instagram mengklaim kulit mereka membaik hanya dalam hitungan hari setelah rutin mencuci wajah dengan sampo jenis ini. Namun, benarkah tren ini aman dan efektif?

"Tren menggunakan sampo untuk mencuci muka sering kali salah kaprah dan dapat menyebabkan masalah kulit. Penting untuk memahami perbedaan antara fungal acne dan bacterial acne agar tidak salah perawatan," jelas dr. Kamilah Jaidi, MARS, Dipl. AAAM dalam kanal YouTube miliknya @dr.kamilajaidi.

Fungal acne, yang dalam dunia medis dikenal sebagai Malassezia folliculitis, adalah peradangan pada folikel rambut akibat pertumbuhan berlebih jamur Malassezia di kulit.

Meski tampilannya mirip jerawat, kondisi ini berbeda dari jerawat yang disebabkan oleh bakteri dan tidak merespons pengobatan jerawat pada umumnya.

Karena itu, diagnosis yang tepat serta penanganan harus dilakukan oleh dokter. Penggunaan obat antijamur seperti ketokonazol dan sampo khusus perlu dilakukan secara hati-hati, karena jika tidak tepat justru bisa memperburuk kondisi kulit.

"Fungal acne disebabkan oleh jamur dan memiliki ciri khas jerawat kecil yang berkelompok," imbuh dr. Kamilah.

Salah satu produk yang sering digunakan dalam penanganan infeksi jamur di kulit adalah sampo yang mengandung ketoconazole 2 persen, seperti Nizoral. Kandungan antijamur ini umumnya diresepkan dokter untuk mengatasi kondisi seperti ketombe parah atau dermatitis seboroik pada kulit kepala.

Menurut Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology edisi 2024, ketoconazole terbukti efektif melawan jamur Malassezia, bahkan di area wajah. Namun, agar hasilnya optimal dan tidak menimbulkan iritasi, penggunaannya tetap harus sesuai anjuran medis.

"Penggunaan produk yang tidak sesuai bisa memperburuk kondisi kulit. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba tren perawatan kulit baru," imbuh dr. Kamilah.

Bagi penderita fungal acne yang tidak kunjung membaik dengan produk biasa, penggunaan sampo antijamur bisa menjadi solusi darurat-asalkan dilakukan dengan pengawasan.

"Fungal acne membutuhkan penanganan yang tepat oleh dokter, biasanya dengan terapi antifungal seperti ketoconazole," tambah dr. Kamilah.

Penggunaan maksimal 2–3 kali seminggu dan dibilas dengan benar bisa membantu, namun tidak disarankan untuk pemakaian jangka panjang tanpa konsultasi dokter.

Dalam studi oleh Dermatologic Therapy Journal tahun 2024, pasien dengan Malassezia folliculitis yang diberi pengobatan topikal ketoconazole selama 2 minggu menunjukkan perbaikan hingga 75 persen.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore