
Ilustrasi seorang wanita memakai produk kecantikan. (Freepik.com)
JawaPos.com - Di tengah gempuran konten kecantikan digital, masyarakat Indonesia ternyata lebih mempercayai ulasan dari para ahli seperti dermatolog dan makeup artist ketimbang selebritas.
Survei terbaru YouGov menunjukkan bahwa 73% responden perempuan di Indonesia lebih memilih konten dari profesional sebagai sumber utama dalam mengambil keputusan pembelian produk kecantikan.
Angka ini jauh melampaui tingkat kepercayaan terhadap selebritas atau figur publik lainnya, menandakan pergeseran preferensi konsumen ke arah sumber informasi yang lebih ilmiah dan tepercaya.
Hal ini sejalan dengan temuan bahwa 94% responden perempuan Indonesia telah membeli produk makeup dalam 12 bulan terakhir, dan mereka cenderung lebih selektif dalam menyaring informasi.
Survei YouGov bertajuk From Screen to Shelves ini melibatkan lebih dari 6.000 responden di Indonesia, Thailand, dan Singapura. Laporan tersebut menyoroti bahwa masyarakat Indonesia juga menjadi yang paling terlibat dalam konsumsi konten kecantikan digital.
Sebanyak 60% menyebut bahwa review jujur dari pengguna adalah konten paling meyakinkan, sementara 54% menyatakan lebih percaya ulasan sesama pengguna dibanding influencer.
Tingkat kepercayaan terhadap konten buatan pengguna (user-generated content/UGC) pun semakin tinggi di kalangan masyarakat berpenghasilan atas, mencapai 62%. Ini mengindikasikan bahwa kelompok ini lebih menghargai keaslian dan pengalaman nyata daripada promosi yang bersifat komersial.
Dalam format konten, video pendek berdurasi di bawah tiga menit jadi favorit, dipilih oleh 68% responden Indonesia. Konsumen juga kerap bertindak cepat setelah melihat konten: 43% langsung mengunjungi situs atau media sosial brand setelah menonton video kecantikan.
Selain itu, tren livestream juga makin populer, terutama di kalangan milenial. Sebanyak 29% responden mengaku rutin menonton sesi live stream, dan 94% dari mereka pernah melakukan pembelian langsung saat acara berlangsung.
Menurut Edward Hutasoit, General Manager YouGov Indonesia, temuan ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran di industri kecantikan perlu menyesuaikan dengan kebiasaan digital konsumen Indonesia.
"Brand disarankan memadukan konten dari pengguna dan profesional untuk menciptakan pendekatan yang lebih efektif dan kredibel," ucapnya, Kamis (24/4).
Laporan ini disusun berdasarkan survei daring yang dilakukan antara 19 Desember 2024 hingga 7 Januari 2025, dan mencerminkan tren konsumsi konten kecantikan digital di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, Thailand, dan Singapura.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
