
Diskusi terkait tips memilih produk perawatan diri yang asli di tengah maraknya peredaran produk palsu. (Istimewa)
JawaPos.com–Peredaran produk perawatan diri palsu di Indonesia kembali menjadi sorotan. Terutama karena banyak beredar di marketplace dan media sosial dengan harga yang lebih murah dari pasaran.
Dalam beberapa kasus, produk tiruan ini bahkan tidak melalui uji keamanan. Sehingga dapat memicu iritasi kulit, alergi, bahkan masalah kesehatan jangka panjang.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran tersebut, berbagai pemangku kepentingan mendorong edukasi konsumen mengenai pentingnya memilih produk kecantikan dan perawatan diri yang aman. Salah satunya disampaikan dalam sebuah diskusi publik di Jakarta, akhir pekan lalu.
Acara tersebut menghadirkan dua perwakilan praktisi digital dari industri ritel kesehatan, Regina Novanda selaku Digital Marketing & Commercial Manager Watsons bersama beauty enthusiast Ika Marthiasiwi.
Mereka menegaskan bahwa masyarakat perlu membangun kebiasaan belanja yang lebih kritis dan tidak hanya terpaku pada harga murah.
”Merawat diri itu sederhana, tapi harus dimulai dari pilihan produk yang tepat. Banyak konsumen tidak sadar bahwa efek produk palsu bisa muncul bertahap,” ujar Regina dalam sesi diskusi tersebut.
Perkembangan e-commerce yang pesat membuat berbagai produk impor dan lokal mudah ditemukan secara online. Namun, celah ini juga dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menjual produk palsu dengan kemasan mirip aslinya.
Beberapa tanda produk palsu yang sering ditemukan meliputi:
- Perbedaan warna dan tekstur kemasan
- Harga jauh di bawah standar pasaran
- Tidak memiliki nomor BPOM
- Komposisi yang tidak tercantum jelas
- Kemasan mudah pudar atau tidak tersegel
Beauty enthusiast Ika Marthiasiwi menyatakan, konsumen sering terkecoh oleh ulasan palsu dan foto produk yang terlihat meyakinkan.
”Kadang rating toko tinggi, tapi ternyata produk tidak sesuai standar. Kita harus lebih teliti, terutama ketika membeli skincare yang langsung bersentuhan dengan kulit,” ungkap IKa.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
