
Ilustrasi alasan seseorang tidak bisa menangis. (Pexels)
JawaPos.com – Ada alasan seseorang tidak bisa menangis meskipun sedang mengalami kejadian pahit yang betul-betul pilu. Air mata seolah tidak bisa keluar meskipun baru saja putus cinta atau menghadiri pemakaman.
Kamu sedih tapi sulit rasanya meneteskan air mata, apakah kamu sebenarnya kamu tidak memiliki nurani? Tenang, laman Well+Good mengatakan hal ini bukan artinya kamu tak punya hati.
Air mata tak mau jatuh meskipun sedih bisa disebabkan oleh hal ringan seperti dehidrasi atau pun menyangkut permasalahan medis maupun psikologi. Berikut penjelasan mengapa seseorang tidak bisa menangis.
Dilihat dari Kacamata Medis
Dalam kondisi medis tertentu, air mata akan ikut terkena imbasnya. Hal ini berlaku untuk semua jenis air mata, mulai dari air mata basal yang menjaga tetap lembab, air mata refleks untuk membersihkan faktor iritasi, dan juga air mata emosional.
Air mata emosional ini muncul ketika mengalami perasaan bahagia maupun sedih seperti putus cinta. Adapun kondisi medis yang menyebabkan seseorang tidak bisa menangis adalah sindrom mata kering.
Faktornya bisa bermacam-macam, mulai dari kelainan saluran air mata, dehidrasi, dan sindrom Sjögren yakni penyakit autoimun yang mempengaruhi produksi cairan tubuh.
Selain itu, perubahan hormon pun bisa mempengaruhi seseorang tidak bisa menangis. Antara lain kondisi yang merubah hormon ada kehamilan, menopause, dan rendahnya kadar prolaktin atau hormon yang berperan memproduksi air mata.
Alasan Seseorang Tidak Bisa Menangis Menurut Psikologi
Apabila kamu tidak mengalami masalah medis namun tetap kesulitan menangis, bisa jadi ini disebabkan oleh faktor psikologi atau emosional. Lantas, ada apa saja kemungkinan psikologi yang dapat mempengaruhi terhambatnya air mata jatuh?
· Anggapan Menangis Adalah Tanda Kelemahan
Sebagian orang tumbuh dengan keyakinan bahwa menangis sama saja menunjukan sisi kelemahan. Menurut Monica Amorosi, seorang psikoterapis di Clarity Therapy New York, penekanan seperti ini dapat terbawa hingga dewasa sehingga emosi menjadi tumpul dan bahkan sulit diekspresikan.
Seperti diketahui, pada lingkungan tertentu tumbuh norma sosial yang mengaitkan antara menangis dengan hal buruk. Misalnya saja, pria meyakini tangisan diartikan sebagai sosok tidak jantan.
· Riwayat Trauma
Faktor Psikologi selanjutnya adalah terdapat Riwayat trauma yang berkaitan dengan menangis. Contohnya, ketika masih kecil sering dihukum saat menangis dan ini berpotensi saat dewasa akan otomatis menekan air mata sebagai perlindungan diri.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
