
Ilustrasi orang yang selalu merasa benar. (Pexels)
JawaPos.com - Kita semua pasti pernah bertemu dengan seseorang yang selalu merasa benar dan seolah "anti-minta maaf." Mereka tak mau mengakui salah meski sebenarnya begitu faktanya.
Mereka selalu punya cara tersendiri untuk menghindari pengakuan bahwa mereka melakukan kesalahan.
Menurut psikologi, sebenarnya ada beberapa sifat khas yang membuat mereka tetap bersikeras pada pendapatnya, meskipun bukti mengatakan sebaliknya. Mari kita bahas satu per satu, dikutip dari Small Business Bonfire, Kamis (27/2).
Orang yang sulit mengakui kesalahannya biasanya punya keyakinan yang sangat kuat terhadap pendapatnya sendiri. Bagi mereka, jika ada perbedaan pendapat, berarti orang lain yang salah, bukan mereka.
Ini bukan sekadar ego tinggi, tetapi sering kali karena mereka benar-benar percaya bahwa sudut pandang mereka lebih masuk akal dibandingkan orang lain.
Pernah punya teman yang kalau ditegur malah menyalahkan orang lain atau keadaan? Mereka punya bakat khusus dalam mengalihkan tanggung jawab.
Misalnya, jika terlambat ke kantor, mereka akan menyalahkan macet, bukan karena mereka sendiri yang bangun kesiangan. Taktik ini memungkinkan mereka tetap merasa "bersih" tanpa harus mengakui kesalahan.
Ada orang yang selalu punya alasan logis untuk membenarkan kesalahannya. Mereka bisa merasionalisasi apa pun untuk menjaga harga diri mereka.
Misalnya, jika mereka lupa janji, bukannya mengaku salah, mereka akan berkata, "Aku banyak pekerjaan, jadi wajar kalau lupa. "Mereka lebih suka mencari pembenaran daripada sekadar berkata, "Ya, aku salah."
Bagi mereka, meminta maaf terasa seperti kekalahan. Mereka mungkin akan mengakui ada yang salah, tapi tetap tidak mau mengucapkan kata "maaf."
Sebagai gantinya, mereka mungkin berkata, "Aku menyesal ini terjadi," tanpa mengakui bahwa mereka yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.
Orang yang sulit mengakui kesalahan sering kali punya kebutuhan besar untuk mengendalikan keadaan. Mengakui kesalahan bisa terasa seperti kehilangan kendali, dan itu adalah sesuatu yang tidak bisa mereka terima.
Mereka lebih suka mempertahankan narasi bahwa mereka selalu benar, agar tetap merasa aman dan berkuasa.
Ada perbedaan antara konsisten dan keras kepala. Orang yang sulit mengakui kesalahan cenderung tetap bertahan pada pendapatnya meskipun sudah jelas-jelas terbukti salah.
Mereka lebih memilih mempertahankan argumen mereka daripada mengubah pendapat, karena takut terlihat lemah atau tidak konsisten.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
