Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Februari 2025 | 03.15 WIB

7 Pola Asuh Orang Tua yang dapat Membuat Anak Merasa Kesepian dan Tidak Bahagia, Menurut Psikologi

Ilustrasi pola asuh orang tua yang baik. (Freepik) - Image

Ilustrasi pola asuh orang tua yang baik. (Freepik)

JawaPos.com – Tidak ada orang tua yang ingin membesarkan anak yang kesepian dan tidak bahagia. Namun, terkadang tanpa mereka sadari, pola asuh tertentu dapat membuat anak merasa terisolasi, disalahpahami, atau terputusnya ikatan dari dunia mereka.

Dilansir dari Blog Herald, psikologi menunjukkan bahwa cara orang tua berinteraksi dengan anak dapat membentuk kesejahteraan emosional anak. Entah cara orang tua menanggapi, berkomunikasi, atau bahkan yang mereka lakukan dapat berdampak besar bagi anak mereka.

Berikut adalah tujuh pola asuh orang tua yang tanpa mereka sadari dapat menyebabkan anak merasa kesepian dan tidak bahagia, menurut psikologi.

1. Mengabaikan emosi anak

Emosi bisa tak terkendali, terutama saat anak-anak masih belajar cara mengekspresikan dan mengelolanya. Namun, ketika orang tua meremehkan, menyepelekan, atau mengabaikan perasaan anak mereka, hal tersebut dapat membuat anak merasa emosinya tidak penting.

Ketika anak merasa emosi mereka tidak diakui, mereka kesulitan memahami dan memprosesnya sendiri. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan kesepian dan keterputusan emosional.

Alih-alih menyangkal kesedihan atau frustrasi anak dengan berkata “Kamu terlalu berlebihan” atau “Itu bukan masalah besar,” orang tua dapat membantu dengan memvalidasi emosi anak.

Lebih baik mengatakan "Ibu lihat kamu sedang kesal, apakah ada masalah?" dapat membuat perbedaan besar dalam membantu anak-anak merasa didengarkan dan terhubung secara emosional.

2. Terlalu mengontrol perilaku anak

Kebanyakan orang berpikir bahwa menjadi orang tua yang baik berarti membuat semua pilihan yang tepat untuk anaknya. Entah apa yang mereka kenakan, dengan siapa mereka bermain, bagaimana mereka menghabiskan waktu luang mereka.

Kita mungkin merasa ingin melindungi mereka dan membimbing mereka menuju kehidupan terbaik. Meskipun anak-anak membutuhkan arahan, tetapi mereka juga membutuhkan kebebasan untuk membuat pilihan dan mengeksplorasi minat mereka sendiri.

Jika orang tua mengatur setiap detail kehidupan anak mereka, hal itu dapat membuat mereka merasa tidak berdaya dan terputus. Anak perlu punya pendapat sendiri tentang kehidupan mereka, itulah yang harus orang tua pahami.

3. Tidak menunjukkan kasih sayang

Terkadang orang tua tidak memberikan validasi tentang kasih sayang mereka kepada anaknya. Orang tua mungkin menafkahi, memastikan anaknya kebutuhan anaknya, tetapi mereka tidak memberikan pelukan, ungkapan kasih sayang, dan kehangatan emosional.

Namun, seiring bertambahnya usia, anak-anak dapat menyadari betapa mereka mendambakan rasa kedekatan itu, betapa sulitnya bagi mereka untuk terbuka kepada orang lain karena masa kecilnya kurang validasi kasih sayang dari orang tuanya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore