
Perilaku anak dibesarkan oleh orang tua yang tidak menyayangi menurut psikologi. (Freepik/freepik)
JawaPos.com – Pengaruh pola asuh orang tua sangat besar dalam membentuk perilaku dan kepribadian anak.
Ketika seseorang tumbuh dengan orang tua yang tidak menyayangi, pengalaman emosional tersebut dapat meninggalkan jejak mendalam.
Psikologi mengungkap bahwa perilaku tertentu sering kali muncul sebagai bentuk respons terhadap kurangnya kasih sayang tersebut.
Memahami perilaku ini bisa menjadi langkah awal untuk menerima, menyembuhkan, atau bahkan mengubahnya menjadi kekuatan dalam kehidupan dewasa.
Dilansir dari geediting.com pada Rabu (26/2), diterangkan bahwa terdapat sembilan perilaku anak yang dibesarkan oleh orang tua yang tidak menyayangi menurut Psikologi.
Bagi mereka yang tumbuh tanpa kasih sayang orangtua, keintiman dalam hubungan bisa menjadi tantangan besar yang sulit dihadapi. Mereka cenderung membangun tembok pembatas untuk melindungi diri dari penolakan, bahkan ketika tidak ada ancaman nyata yang menghadang.
Hal ini sering terlihat dari cara mereka menghindar dari gestur kasih sayang atau ragu-ragu untuk berbagi pengalaman pribadi dengan orang lain. Mereka juga kerap kesulitan mengucapkan “aku sayang kamu” atau bereaksi tidak nyaman ketika menerima pujian dan kebaikan dari orang lain.
Individu dengan latar belakang orangtua yang kurang menyayangi sering mengembangkan perasaan bertanggung jawab yang tidak proporsional sejak usia dini. Mereka merasa terbebani untuk menyelesaikan masalah orang lain dan bertanggung jawab atas hal-hal di luar kendali mereka.
Saat dewasa, pola ini terbawa dalam hubungan mereka, di mana mereka terus merasa perlu membuktikan nilai diri melalui pengorbanan dan pelayanan kepada orang lain. Rasa bersalah akan muncul ketika mereka mencoba memprioritaskan kebutuhan diri sendiri.
Mereka yang tumbuh tanpa kasih sayang orangtua seringkali menunjukkan kemandirian yang ekstrem, bukan karena percaya diri, tetapi karena keyakinan mendalam bahwa mereka tidak bisa mengandalkan orang lain untuk dukungan emosional.
Sikap ini mempengaruhi cara mereka menjalani hidup, di mana mereka keras kepala menolak bantuan bahkan ketika jelas membutuhkannya. Pola ini terbentuk dari pengalaman masa kecil dimana kebutuhan mereka tidak pernah terpenuhi. Akibatnya, mereka lebih memilih menghadapi tantangan hidup sendirian daripada meminta bantuan orang lain.
Perasaan tidak layak dan tidak berharga seringkali menghantui mereka yang tumbuh dalam lingkungan tanpa kasih sayang orangtua. Mereka cenderung meremehkan prestasi sendiri, menolak pujian, dan terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain.
Dalam hubungan, karier, atau kehidupan secara umum, mereka sering menerima standar yang lebih rendah karena merasa tidak pantas mendapatkan yang lebih baik. Keyakinan merusak ini terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari, membuat mereka sulit melihat dan merayakan nilai diri mereka sendiri.
Ironisnya, tumbuh dengan orangtua yang tidak menyayangi justru dapat menghasilkan individu dengan tingkat empati yang luar biasa tinggi. Hal ini terjadi karena sejak kecil mereka terbiasa peka membaca suasana hati dan perilaku orangtua mereka sebagai mekanisme bertahan hidup.
Sensitivitas ini membuat mereka menjadi pendengar yang baik dan selalu siap membantu orang lain yang kesulitan. Kepekaan terhadap emosi orang lain ini terus mereka bawa hingga dewasa, mendorong mereka untuk memastikan orang di sekitar mereka merasa dihargai dan didengarkan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
