Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Februari 2025 | 06.00 WIB

Orang yang Tiba-tiba Berhenti Membalas Chat atau Pesan WhatsApp Biasanya Akan Menunjukkan 7 Perilaku Ini

Ilustrasi orang yang tiba-tiba berhenti membalas chat atau pesan WhatsApp (freepik/yanalya)  - Image

Ilustrasi orang yang tiba-tiba berhenti membalas chat atau pesan WhatsApp (freepik/yanalya) 

JawaPos.com - Kita semua pernah mengalaminya. Anda sedang asyik mengobrol dengan seseorang lewat pesan teks, mungkin teman, gebetan, atau bahkan rekan kerja. Lalu tiba-tiba hening. Tidak ada balasan. Tidak ada apa-apa.

Awalnya, Anda mengabaikannya. Mungkin mereka sibuk, ponsel mereka mati, namun seiring berjalannya waktu, Anda bertanya-tanya "Apakah saya melakukan kesalahan?" Biasanya, ketika seseorang tiba-tiba berhenti merespons, itu bukan hal yang random.

Ada pola psikologis di balik perilaku ini. Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Hack Spirit, Senin (24/2), tujuh perilaku utama orang yang tiba-tiba berhenti membalas pesan teks, menurut psikologi.

Memahami pola-pola ini tidak hanya akan membantu Anda memahami kesunyian mereka, tetapi juga dapat membantu Anda berkomunikasi lebih baik dan melindungi ketenangan pikiran Anda sendiri.

1. Mereka merasa kewalahan dan menutup diri

Terkadang, ketika seseorang tiba-tiba berhenti merespons, itu bukan tentang Anda, itu tentang mereka. Bagi banyak orang, berkirim pesan teks bisa terasa seperti tugas tambahan dalam daftar tugas yang sudah sangat banyak.

Jika mereka sedang menghadapi stres, kecemasan, atau kelelahan emosional, naluri mereka mungkin adalah menarik diri dari percakapan. Psikolog menyebutnya sebagai penghentian emosi.

Saat otak kewalahan, ia masuk ke mode mempertahankan diri. Alih-alih menjelaskan mengapa mereka butuh ruang, mereka berhenti membalas. Jika Anda menduga hal ini terjadi, jangan tersinggung. Beri mereka waktu dan ruang.

2. Mereka mengasosiasikan chatting sebagai tekanan

Bagi orang yang mengaitkan chatting dengan kewajiban atau kinerja, menanggapi pesan teks dapat terasa seperti tugas, bukan interaksi alami. Tekanan meningkat, sehingga mereka menghindarinya sama sekali.

Jika Anda melihat seseorang melakukan hal ini, mungkin mereka tidak mengabaikan Anda dengan sengaja, mungkin mereka hanya butuh komunikasi agar mereka merasa tidak terlalu bertanggung jawab dan lebih santai.

3. Mereka menghindari percakapan yang tidak nyaman

Psikolog menyebut hal ini sebagai penanganan penghindaran, ketika orang mengabaikan masalah alih-alih menghadapinya secara langsung. Ini bukan kebiasaan yang baik, tetapi merupakan perangkap yang mudah untuk dijebak, terutama ketika melibatkan emosi.

Jika seseorang berhenti merespons setelah percakapan berubah menjadi serius, mereka mungkin kesulitan menemukan kata yang tepat, atau menghindari topik tersebut. Cara terbaik untuk mengatasinya yakni beri mereka ruang, tetapi pertimbangkan juga untuk menghubungi mereka dengan ramah agar mereka lebih mudah terlibat kembali.

4. Mereka memiliki rasa takut terhadap keintiman

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore