
ilustrasi 7 Frasa yang Mengajarkan Anak untuk Bersikap Tegas dan Percaya Diri
JawaPos.com - Mendidik anak agar memiliki sikap baik, peduli, dan mau berbagi adalah hal yang sering menjadi fokus utama orang tua. Namun, ada satu keterampilan penting yang tak kalah berharga: mengajarkan anak untuk bersikap tegas. Kemampuan ini akan membantu mereka menyampaikan perasaan, menetapkan batasan, serta menghadapi berbagai situasi sosial dengan percaya diri.
Ketegasan bukan berarti bersikap kasar atau agresif. Sebaliknya, ini adalah cara untuk mengekspresikan kebutuhan dan batasan tanpa merugikan orang lain. Anak yang mampu bersikap tegas cenderung lebih percaya diri, mampu menghadapi tekanan teman sebaya, serta lebih tangguh dalam menghadapi konflik.
Mengajarkan anak untuk berbicara dengan tegas sejak dini akan membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari, baik saat berinteraksi dengan teman, menghadapi situasi sulit, maupun saat harus mengatakan "tidak" pada hal-hal yang tidak mereka inginkan. Huffpost.com, berikut adalah tujuh frasa sederhana yang dapat membantu anak bersikap lebih tegas dengan tetap menghormati orang lain.
1. "Aku tidak suka itu. Tolong hentikan."
Frasa ini sangat efektif untuk mengajarkan anak menetapkan batasan. Baik saat mereka mengalami ejekan dari teman atau merasa tidak nyaman dengan suatu perlakuan, kalimat ini memberikan pernyataan yang jelas dan lugas.
Dengan mengatakan, "Aku tidak suka itu," anak belajar mengenali serta mengungkapkan perasaannya tanpa menyalahkan orang lain. Sementara itu, "Tolong hentikan" menegaskan permintaan mereka dengan cara yang sopan namun tetap kuat.
2. "Itu tidak baik bagiku."
Frasa ini berguna ketika anak ingin menolak sesuatu tanpa terdengar menyerang atau memicu konfrontasi. Kalimat ini membantu anak menyampaikan ketidaknyamanannya dengan cara yang tetap tenang dan berwibawa.
Alternatif lain yang bisa digunakan adalah, "Aku tidak nyaman dengan itu." Frasa ini memungkinkan anak untuk mengomunikasikan perasaannya dengan jelas tanpa terjebak dalam perdebatan yang tidak perlu.
3. "Tidak, terima kasih."
Mengatakan "tidak" bisa menjadi hal yang sulit bagi anak-anak, terutama saat mereka menghadapi tekanan dari teman sebaya. Menambahkan "terima kasih" dalam pernyataan ini membantu menjaga nada tetap sopan, tetapi tetap menunjukkan batasan yang tegas.
Jika anak masih merasa ditekan, mereka bisa menambahkan, "Tidak, terima kasih. Aku sudah membuat keputusan."
4. "Aku lebih suka mencoba sesuatu yang lain."
Frasa ini mengajarkan anak bahwa mereka memiliki pilihan dan bisa menolak sesuatu dengan cara yang halus. Misalnya, jika seorang teman mengajak mereka melakukan sesuatu yang tidak diinginkan, anak bisa mengatakan, "Tidak, aku tidak ingin melakukan itu. Tapi kalau kamu mau melakukan sesuatu yang lain, beri tahu aku."
Dengan begitu, anak tetap menjaga hubungan baik tanpa mengorbankan batasannya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
