
Anak Cerdas Sejak Dini (Pexels)
JawaPos.com – Orang tua mana yang enggan melihat anak cerdas sejak dini? Tentu saja ini merupakan harapan yang diselipkan kepada buah hati tercinta. Tapi ingat, makna cerdas cukup luas dan tidak hanya terpaku pada kemampuan berhitung, membaca, atau memiliki wawasan saja.
Seorang bocah yang mampu mengembangkan pola pikir, memiliki keterampilan sosial maupun komunikasi pun dapat dikatakan sebagai anak cerdas. Salah satu parenting anak yang bisa diterapkan demi mewujudkan hal ini yaitu mengajak si buah hati melakukan permainan seperti yang akan dibahas kali ini.
Mengutip dari lama Business Insider, psikolog sekaligus penulis buku Peaceful Parent, Happy Kids yakni Dr. Laura Markham membagikan lima rekomendasi permainan tersebut.
Biarkan anak belajar dan bereksperimen melalui dunia sekitar secara alami. Orang tua tidak perlu selalu membatasi anak dengan sederet aturan ketika mereka bermain.
Tidak perlu terlalu khawatir anak hilang kontrol, justri ini akan membuat anak cerdas dalam mengendalikan diri, memahami cara kerja berbagai hal, dan menyelesaikan konflik dengan orang lain.
Selain itu, menurut jurnal Childhood Education tahun 2014 juga disebutkan bahwa permainan bebas membantu anak dalam melatih berpikir, memahami sesuatu lewat benda imitasi, dan keterampilan bekerja sama pun meningkat.
Bukan hanya orang dewasa yang merasa tenang ketika berada di dekat alam. Berdasarkan psikologi pun dijelaskan oleh dr. Markham bahwa anak-anak merasa bahagia saat menghabiskan waktu di luar ruangan.
Kesejahteraan anak bisa semakin berkembang jika mereka seringkali terhubung dengan alam. Antara lain kegiatan yang dapat dilakukan yaitu menanam tanaman bersama orang tua, berkemah, belajar membuat api unggun yang aman, mengamati burung memakai teropong, dan lain-lain.
Kegiatan satu ini bisa menjadi permainan yang dapat membuat anak cerdas dalam berkomunikasi secara tertulis. Selain itu, hubungan anak dan orang tua juga semakin erat lantaran satu sama lain bisa mengungkapkan hal-hal yang sulit dikatakan langsung.
Kalau bisa harus mulai dari mana, orang tua dapat memulainya dengan menuliskan perasaan terhadap anak. Ekspresikan cinta atau rasa rindu saat harus bepergian sementara sehingga terpisah dari si buah hati.
Dr. Markham mengingatkan agar tulisan tetap singkat dan menanggapi dengan cepat supaya anak tak kehilangan minat.
Bersentuhan dengan seni dan kerajinan memungkinkan anak menjadi lebih ekspresif. Misalnya saja bermain tanah liat atau play doh yang mampu mengaktifkan area otak berbeda dibandingkan ketika berbicara.
Mendekatkan anak pada seni sangat penting, karena seringkali kepercayaan diri mereka hilang dalam berkarya. Terkadang, anak bisa frustasi saat gambar kuda yang dibuat sama sekali tidak mirip kuda asli. Kalau sudah begini, peran orang tua sangat penting untuk membuat anak kembali percaya diri.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
