Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Februari 2025 | 20.30 WIB

Ketahui 10 Ciri Komunikasi Buruk yang dapat Merusak Hubungan, Simak Penjelasannya!

Ilustrasi pasangan yang mempunyai komunikasi buruk sehingga merusak hubungan (Freepik/pressfoto) - Image

Ilustrasi pasangan yang mempunyai komunikasi buruk sehingga merusak hubungan (Freepik/pressfoto)

JawaPos.com – Komunikasi adalah kunci dalam setiap hubungan, baik itu di lingkungan kerja, pertemanan, maupun dalam kehidupan pribadi.

Namun, ketika komunikasi berjalan dengan buruk yakni dipenuhi dengan kesalahpahaman, kurangnya empati, atau bahkan sikap defensif membuat hubungan yang awalnya harmonis bisa perlahan rusak.

Tanpa disadari, pola komunikasi yang tidak sehat dapat menimbulkan konflik, melemahkan kepercayaan, dan menciptakan jarak emosional antara individu.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri komunikasi yang buruk agar dapat menghindarinya dan membangun hubungan yang lebih sehat dan produktif.

Dilansir dari Simply Psychology pada Senin (10/2), berikut 10 ciri komunikasi buruk yang dapat merusak hubungan.

1. Keterampilan mendengarkan yang buruk

Mendengarkan secara aktif dan terlibat dengan orang lain adalah salah satu pilar utama komunikasi yang baik.

Pendengar yang buruk mungkin mudah teralihkan, gagal terlibat dengan pembicara, dan lebih mengutamakan pikiran serta pendapatnya sendiri daripada pendapat orang lain.

Bila keterampilan mendengarmu buruk, kamu mungkin tidak hadir sepenuhnya selama interaksi, menyela orang lain saat mereka berbicara, dan tidak mencoba memahami sudut pandang mereka.

Keterampilan mendengarkan yang baik melibatkan sikap penuh perhatian, menunjukkan minat, mengajukan pertanyaan yang relevan, mencoba memahami sudut pandang orang lain, dan membiarkan mereka berbicara tanpa gangguan.

2. Gaya Komunikasi yang tidak membantu

Pasangan mungkin memiliki gaya komunikasi yang tidak membantu seperti cara pasif, agresif, atau pasif-agresif dalam mengekspresikan diri.

Komunikasi Pasif: Menghindari mengungkapkan pendapat atau perasaan dan mengutamakan kepentingan orang lain daripada kepentingannya sendiri, yang sering kali menimbulkan rasa kesal.

Misalnya, "Tidak masalah bagiku. Aku akan melakukan apa pun yang kamu mau."

Komunikasi Agresif: Dominan, memaksa, dan sering tidak sopan dengan tujuan untuk menang atau mengendalikan; mengabaikan perasaan orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore