
Menggunakan media sosial. (pexels.com)
JawaPos.com - Kita hidup di era digital di mana media sosial menjadi bagian besar dalam kehidupan sehari-hari. Menggulir, mengeklik, dan mengonsumsi konten tampaknya tidak berbahaya, tetapi psikologi mengatakan sebaliknya.
Ada beberapa kebiasaan online yang tanpa disadari bisa menguras energi emosional kita, membuat kita merasa lelah, cemas, atau bahkan tidak bersemangat tanpa tahu penyebabnya.
Dilansir dari laman News Reports pada Minggu (9/2), berikut adalah delapan perilaku daring yang perlu Anda waspadai agar tidak terjebak dalam siklus kelelahan emosional.
1. Doomscrolling
Siapa yang pernah terjebak dalam siklus membaca berita buruk tanpa henti? Ini disebut doomscrolling, kebiasaan di mana kita terus-menerus menelusuri informasi negatif, meskipun kita tahu itu hanya membuat perasaan semakin buruk.
Otak manusia secara alami lebih fokus pada ancaman, ini bagian dari mekanisme bertahan hidup kita. Tapi di era media sosial, hal ini justru membuat kita mudah terjebak dalam konsumsi berita yang memicu kecemasan dan stres. Terus-menerus terpapar berita buruk bisa membuat kita merasa tidak berdaya dan kehilangan harapan, tanpa kita sadari.
2. Perbandingan Sosial Secara Online
Pernah merasa kurang beruntung setelah melihat unggahan teman di media sosial? Anda tidak sendirian. Psikologi menyebut ini sebagai teori perbandingan sosial. Ketika kita terus-menerus membandingkan hidup kita dengan orang lain secara daring, kita sering kali merasa tidak cukup baik, tidak cukup sukses, atau tidak cukup bahagia.
Padahal, yang kita lihat hanyalah potongan kecil dari kehidupan orang lain, momen terbaik mereka, bukan realitas utuhnya. Hal ini bisa menguras energi emosional dan menurunkan rasa percaya diri jika tidak disadari.
3. Terlibat Debat Online
Saat melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan nilai atau pemahaman kita, rasanya gatal ingin langsung masuk ke kolom komentar dan mengoreksi. Namun, menurut psikologi, perdebatan daring jarang menghasilkan perubahan yang nyata.
Ketika seseorang merasa diserang dalam diskusi online, mereka cenderung bertahan dengan pendapatnya daripada mempertimbangkan perspektif lain. Ini sering kali berujung pada adu argumen yang melelahkan, bukan percakapan yang konstruktif. Alih-alih mendapatkan kepuasan, kita justru merasa frustrasi dan kelelahan secara emosional.
4. Langsung Mengecek Ponsel Setelah Bangun Tidur
Bangun tidur, langsung meraih ponsel, membuka media sosial, dan menggulir berita atau notifikasi. Kedengarannya sepele, tapi efeknya besar. Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini bisa meningkatkan kadar kortisol, hormon yang memicu stres.
Dengan langsung menyerap banyak informasi sejak pagi, otak kita masuk ke mode reaktif, bukannya memulai hari dengan tenang. Akibatnya, kita bisa merasa kewalahan bahkan sebelum benar-benar memulai aktivitas.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
