Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2025 | 21.14 WIB

Intip 5 Alasan Mengapa Kita Merasa Klik dan Terhubung Secara Instan pada Seseorang Menurut Penelitian Psikologi

Ilustrasi orang-orang yang langsung merasa klik dan terhubung satu sama lain - Image

Ilustrasi orang-orang yang langsung merasa klik dan terhubung satu sama lain

JawaPos.com – Pernahkah Anda bertemu seseorang dan merasa langsung terhubung dengannya? Terkadang, perasaan ini muncul begitu saja, bahkan saat pertama kali bertemu dengan seseorang, baik itu rekan kerja atau bahkan seseorang yang baru Anda kenal.

Perasaan ‘klik’ tersebut sering kali terjadi tanpa alasan yang jelas, namun menurut penelitian psikologi, ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan fenomena ini. Apa saja alasan di balik perasaan tersebut?

Psikologi manusia menyatakan bahwa ikatan sosial bisa terbentuk dengan sangat cepat, bahkan hanya dalam beberapa detik pertama interaksi. Para peneliti menemukan bahwa faktor-faktor seperti keselarasan otak hingga kesamaan pengalaman hidup bisa menjadi penentu sejauh mana kita merasa terhubung dengan orang lain.

Fenomena ini bukanlah hal yang kebetulan atau hanya perasaan semata, melainkan ada faktor-faktor ilmiah yang mendasarinya. Penelitian mengenai hubungan interpersonal menunjukkan bahwa ketika dua orang merasa terhubung secara instan, hal tersebut lebih dari sekadar perasaan pribadi.

Dilansir dari Psychology Today, Kamis (6/2), berikut ini adalah lima alasan ilmiah yang dapat menjelaskan mengapa kita merasa ‘klik’ secara instan dengan seseorang.

1. Keselarasan Gelombang Otak (Neural Synchrony)

Penelitian dari Dartmouth College menemukan bahwa orang yang memiliki hubungan sosial dekat cenderung menunjukkan pola aktivitas otak yang mirip, terutama di bagian yang berperan dalam pemrosesan emosi dan perhatian selektif.

Jika dua orang memiliki cara berpikir dan memproses informasi yang mirip, mereka lebih mungkin merasa nyambung sejak awal.

Bahkan, penelitian ini juga menunjukkan bahwa orang yang baru bertemu pun bisa mengalami ‘sinkronisasi otak’ yang memungkinkan mereka merasa nyaman satu sama lain dan ingin melanjutkan interaksi.

2. Bahasa yang Sama, Bukan Sekadar Kata-Kata

Kesamaan cara berbicara juga berpengaruh dalam menciptakan koneksi instan. Penelitian tentang Language Style Matching (LSM) mengungkapkan bahwa orang yang secara alami menyesuaikan gaya bahasa mereka dengan lawan bicara cenderung merasa lebih dekat, bahkan sejak pertemuan pertama.

Menariknya, studi tentang kencan kilat (speed dating) menunjukkan bahwa pasangan yang memiliki kesamaan dalam pola bahasa lebih cenderung tertarik satu sama lain. Ini bukan soal topik pembicaraan, tetapi bagaimana mereka menyusun kalimat dan menggunakan kata-kata kecil seperti ‘dan’, ‘itu’, atau ‘ke’.

3. Kesamaan Latar Belakang dan Nilai Hidup

Istilah ‘birds of a feather flock together’ yang berarti orang cenderung berkumpul dengan mereka yang memiliki kesamaan dalam latar belakang, nilai, atau kebiasaan bukan sekadar pepatah.

Secara naluriah, manusia lebih cenderung merasa nyaman dengan mereka yang memiliki nilai hidup yang mirip. Bisa dari segi usia, pendidikan, budaya, atau bahkan kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore