Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2025 | 13.26 WIB

Gebetan Balas Pesan Singkat, Tanda Tidak Tertarik? Yuk, Cari Tahu Faktanya Biar Gak Salah Paham!

Ilustrasi seseorang yang sedang membalas pesan di ponsel. - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang membalas pesan di ponsel.

JawaPos.com - Pernah nggak sih, kamu chat gebetan dengan penuh semangat, tapi balasannya cuma singkat, bahkan sekadar "oke" atau "sip"?

Duh, bikin bingung. Apakah ini tanda dia nggak tertarik atau cuma gaya komunikasinya aja? Sebelum baper dan langsung menyimpulkan, yuk cari tahu faktanya biar nggak salah paham.

Mengutip penuturan Briana Paruolo, seorang konselor dan pendiri On Par Therapy NYC, melalui laman artikel Well Good, pada, Kamis (6/2) mengatakan membalas pesan singkat atau yang biasa disebut "dry text" tidak selalu berarti seseorang tidak tertarik.

Briana menjelaskan bahwa pesan singkat bisa jadi sekadar kebiasaan seseorang dalam berkomunikasi. "Cara seseorang memperlakukan Anda lebih merupakan cerminan dari mereka daripada Anda," ungkapnya.

Briana juga menambahkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi gaya komunikasi seseorang, salah satunya adalah kesibukan. Kadang, orang yang sedang banyak pekerjaan atau aktivitas cenderung membalas pesan dengan singkat karena keterbatasan waktu.

Selain kesibukan, faktor lain seperti kecemasan sosial juga bisa menjadi alasan seseorang memilih untuk membalas singkat. Hal ini didukung oleh psikoterapis Anita Astley, yang menjelaskan bahwa sebagian orang lebih nyaman memberikan tanggapan singkat daripada harus menyusun kata-kata panjang. Bahkan, bagi mereka yang kesulitan mengekspresikan perasaan lewat tulisan, pesan singkat bisa menjadi cara mereka untuk tetap berkomunikasi tanpa merasa terbebani.

Namun, di sisi lain, memang pesan singkat yang terasa dingin atau tidak sopan bisa menjadi tanda seseorang sengaja menjaga jarak. Bisa jadi mereka memang tidak ingin melanjutkan komunikasi lebih lanjut atau bahkan ingin menyabotase hubungan secara halus.

Dalam beberapa kasus, pola komunikasi seperti ini merupakan bentuk perilaku pasif-agresif, di mana seseorang enggan mengatakan secara langsung bahwa mereka tidak tertarik, tetapi memilih untuk memberikan balasan yang minim sebagai bentuk penolakan tersirat.

Seksolog dan terapis hubungan Sofie Roos dalam artikel Well Good menambahkan bahwa meski tidak semua pesan singkat berarti gebetanmu tidak tertarik, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai. "Jika awalnya dia merespons panjang dan penuh perhatian, lalu tiba-tiba berubah hanya dengan 'oke', 'ya', atau sekadar emoji jempol, bisa jadi ini pertanda bahwa dia mulai bosan atau memang kehilangan minat dengamu," jelas Roos.

Selain itu, jika kamu sudah berusaha membuka percakapan, mengajaknya bertemu, atau menunjukkan perhatian, tetapi balasannya tetap singkat atau bahkan diabaikan, ini bisa menjadi sinyal bahwa gebetanmu memang sudah tidak tertarik. Jika pola ini terus berlanjut tanpa adanya usaha dari dia untuk memperbaiki komunikasi, kemungkinan besar kamu hanya bertepuk sebelah tangan.

Namun, sebelum buru-buru menyimpulkan, agar tidak salah paham Elizabeth Earnshaw, pendiri platform konseling Ours, menyarankan untuk memahami pola komunikasi gebetan terlebih dahulu. Dalam artikel Well Good, ia menjelaskan bahwa pesan singkat sebenarnya bukan masalah jika kedua belah pihak sama-sama nyaman. Masalah baru muncul ketika salah satu pihak merasa bingung atau tidak yakin dengan hubungan yang sedang dijalani.

Elizabeth menyarankan tiga cara menyikapi pesan singkat dari gebetan. Pertama, coba pahami apakah dia memang tipe yang suka chatting atau lebih nyaman berkomunikasi secara langsung. Kedua, bicarakan ekspektasi dalam komunikasi, misalnya menentukan batasan tentang jenis balasan yang bisa diterima. Ketiga, cobalah menyesuaikan pola komunikasi dengan memberikan pesan yang lebih menarik, seperti mengirim gambar, GIF, atau memo suara agar percakapan terasa lebih hidup.

Selain itu, penting juga untuk memahami bahwa setiap orang memiliki cara berkomunikasi yang berbeda. Ada yang nyaman dengan pesan panjang, ada juga yang lebih suka komunikasi langsung atau bahkan lebih ekspresif dalam pertemuan tatap muka dibanding lewat teks.

Jika setelah berbagai upaya komunikasi tetap terasa berat dan tidak berimbang, mungkin ini saatnya untuk mundur sejenak dan mengevaluasi hubungan ini. Seperti yang dikatakan Briana, tanyakan pada dirimu sendiri: "Apakah ini membuatku bahagia atau justru menguras energiku?" Jika jawabannya lebih condong ke arah negatif, mungkin ini saatnya untuk berhenti berharap terlalu banyak.

Sebaliknya, jika kamu merasa komunikasi masih bisa diperbaiki, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan gebetan. Bisa jadi dia memang tidak menyadari bahwa pola komunikasinya membuat kamu merasa diabaikan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore