Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Juni 2026 | 18.25 WIB

7 Ciri Karakteristik Orang yang Lebih Menyukai Pesan Teks WhatsApp daripada Panggilan Telepon Menurut Psikologi

seseorang yang lebih menyukai pesan teks whatsapp (Magnific/nensuria) - Image

seseorang yang lebih menyukai pesan teks whatsapp (Magnific/nensuria)


JawaPos.com - Di era digital saat ini, cara manusia berkomunikasi telah mengalami perubahan besar. Jika dulu panggilan telepon menjadi pilihan utama untuk berinteraksi jarak jauh, kini banyak orang lebih memilih mengirim pesan teks melalui WhatsApp atau aplikasi perpesanan lainnya. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada generasi muda, tetapi juga pada berbagai kelompok usia.

Menariknya, preferensi terhadap pesan teks dibandingkan panggilan telepon sering kali berkaitan dengan karakteristik kepribadian tertentu. Tentu saja, tidak semua orang yang lebih suka mengetik pesan memiliki sifat yang sama. Namun, berbagai penelitian psikologi dan perilaku komunikasi menunjukkan adanya pola-pola yang cukup konsisten.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh ciri kepribadian yang sering ditemukan pada orang yang lebih menyukai WhatsApp daripada panggilan telepon.

1. Cenderung Introvert dan Menyukai Ruang Pribadi

Salah satu karakteristik yang paling sering dikaitkan dengan preferensi pesan teks adalah sifat introvert. Orang introvert umumnya merasa lebih nyaman ketika memiliki waktu untuk memproses informasi sebelum merespons.

Dalam percakapan telepon, respons harus diberikan secara langsung dan spontan. Hal ini terkadang membuat mereka merasa tertekan atau lelah secara mental. Sebaliknya, pesan teks memungkinkan mereka membaca, berpikir, lalu memberikan jawaban yang lebih terstruktur.

Bagi mereka, komunikasi tertulis terasa lebih tenang dan tidak terlalu menguras energi sosial dibandingkan percakapan suara yang berlangsung secara real-time.

2. Lebih Suka Mengendalikan Interaksi

Orang yang gemar menggunakan WhatsApp sering kali menyukai kontrol yang lebih besar terhadap komunikasi. Melalui pesan teks, mereka dapat menentukan kapan akan membaca pesan dan kapan akan membalasnya.

Panggilan telepon bersifat lebih mendesak karena menuntut perhatian penuh pada saat itu juga. Sebaliknya, pesan teks memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi sehingga seseorang dapat mengatur interaksi sesuai jadwal dan kenyamanannya.

Kebutuhan akan kontrol ini bukan berarti mereka antisosial. Justru mereka ingin menjaga keseimbangan antara komunikasi dan aktivitas pribadi lainnya.

3. Memiliki Gaya Berpikir yang Reflektif

Psikologi mengenal istilah reflective thinking atau pola pikir reflektif. Individu dengan karakteristik ini cenderung mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengungkapkan pendapat.

Melalui pesan teks, mereka memiliki kesempatan untuk memilih kata-kata yang tepat, menyusun kalimat dengan baik, dan menghindari kesalahpahaman. Mereka merasa lebih nyaman ketika dapat memikirkan respons secara matang daripada harus berbicara spontan melalui telepon.

Karena itu, banyak orang yang teliti dan analitis lebih memilih komunikasi tertulis dibandingkan komunikasi verbal langsung.

4. Menghargai Efisiensi dan Kepraktisan

Tidak sedikit orang yang memilih WhatsApp karena alasan sederhana: lebih praktis.

Mereka cenderung memiliki orientasi pada efisiensi waktu. Jika suatu informasi dapat disampaikan dalam dua atau tiga kalimat singkat, mereka merasa tidak perlu melakukan panggilan telepon yang mungkin berlangsung lebih lama.

Karakteristik ini sering ditemukan pada individu yang memiliki jadwal padat atau terbiasa mengelola banyak tugas sekaligus. Bagi mereka, pesan teks adalah cara komunikasi yang cepat, jelas, dan langsung pada inti pembicaraan.

5. Memiliki Tingkat Kecemasan Sosial yang Lebih Tinggi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sebagian orang yang menghindari panggilan telepon mengalami tingkat kecemasan sosial yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata.

Mereka mungkin merasa khawatir akan mengatakan hal yang salah, mengalami jeda canggung, atau tidak mampu merespons dengan cepat saat berbicara. Pesan teks memberikan rasa aman karena memungkinkan mereka mengedit dan meninjau kembali apa yang ingin disampaikan.

Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa tidak semua orang yang menyukai WhatsApp mengalami kecemasan sosial. Faktor ini hanya menjadi salah satu kemungkinan yang ditemukan dalam sejumlah studi psikologis.

6. Lebih Fokus pada Kejelasan Komunikasi

Banyak orang merasa bahwa pesan tertulis membantu mengurangi risiko salah dengar atau salah memahami informasi.

Dengan adanya rekam jejak percakapan, mereka dapat membaca kembali detail yang penting kapan saja dibutuhkan. Karakteristik ini sering ditemukan pada individu yang sangat menghargai akurasi dan ketelitian.

Mereka cenderung menyukai bukti tertulis, instruksi yang jelas, dan dokumentasi yang dapat dirujuk kembali. Karena alasan tersebut, WhatsApp menjadi media komunikasi yang dianggap lebih dapat diandalkan dibandingkan percakapan telepon.

7. Menghargai Batasan dan Kemandirian

Orang yang lebih memilih pesan teks biasanya juga memiliki kesadaran tinggi terhadap batasan pribadi, baik milik mereka sendiri maupun orang lain.

Mereka memahami bahwa setiap orang memiliki aktivitas, pekerjaan, dan waktu istirahat yang perlu dihormati. Mengirim pesan dianggap sebagai cara yang lebih sopan karena penerima dapat membalas ketika memiliki waktu luang.

Karakteristik ini sering berkaitan dengan tingkat kemandirian yang tinggi. Mereka tidak selalu membutuhkan respons instan dan merasa nyaman memberikan ruang bagi diri sendiri maupun orang lain.

Apakah Menyukai WhatsApp Berarti Tidak Suka Bersosialisasi?

Jawabannya tentu tidak.

Preferensi terhadap pesan teks lebih banyak berkaitan dengan gaya komunikasi daripada kemampuan bersosialisasi. Banyak individu yang sangat ramah, memiliki banyak teman, dan aktif dalam kehidupan sosial tetap memilih WhatsApp sebagai media komunikasi utama.

Psikologi modern melihat bahwa setiap orang memiliki kebutuhan komunikasi yang berbeda. Ada yang merasa lebih terhubung melalui suara dan percakapan langsung, sementara yang lain merasa lebih nyaman melalui tulisan.

Yang terpenting adalah memahami bahwa tidak ada cara komunikasi yang sepenuhnya lebih baik daripada yang lain. Baik panggilan telepon maupun pesan teks memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kesimpulan

Pilihan untuk lebih menyukai pesan teks WhatsApp daripada panggilan telepon ternyata dapat mencerminkan beberapa karakteristik kepribadian tertentu. Mulai dari sifat introvert, pola pikir reflektif, kebutuhan akan kontrol, hingga penghargaan terhadap efisiensi dan batasan pribadi.

Namun, ciri-ciri tersebut bukanlah aturan mutlak. Kepribadian manusia sangat kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pengalaman hidup, lingkungan, budaya, serta kebiasaan sehari-hari.

Pada akhirnya, apakah seseorang lebih suka menelepon atau mengirim pesan, yang paling penting adalah kemampuan untuk membangun komunikasi yang sehat, jelas, dan saling menghargai.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore