
Ilustrasi seseorang yang terlihat lebih menarik dan mudah didekati. (Freepik).
JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa ada orang yang secara alami bisa menarik perhatian dan membuat orang lain merasa nyaman berada di dekatnya?
Seringkali kita bertanya, apa yang membuat seseorang lebih mudah didekati dan terlihat menarik dibandingkan yang lain?
Terkadang, meski kita cukup sosial, tetap merasa sedikit terabaikan. Kadang-kadang muncul perasaan seperti ini:
Awalnya, banyak yang mengira semua itu hanya tentang penampilan atau percakapan yang cerdas. Namun, ternyata, ada penelitian psikologi yang menarik tentang bahasa tubuh.
Dilansir dari Blog Herald pada Minggu (2/2), ternyata, ada 8 kebiasaan bahasa tubuh yang dapat meningkatkan daya tarik dan kemudahan untuk didekati. Siapa sangka? Inilah kebiasaan-kebiasaan ini yang bisa memberikan dampak positif pada interaksi sosialmu.
1. Kekuatan Kontak Mata
Pernahkah kamu merasa tertarik pada seseorang yang menatapmu dengan penuh perhatian? Ada daya tarik tersendiri, bukan? Dalam psikologi, kontak mata adalah cara yang sangat efektif untuk menunjukkan bahwa kamu tidak hanya tertarik, tetapi juga sepenuhnya terlibat dalam percakapan.
Namun, banyak yang keliru. Mengira semakin sering melakukan kontak mata, komunikasi jadi lebih baik. Padahal, ada batasan yang perlu diperhatikan. Berdasarkan penelitian, jumlah kontak mata ideal yang membuat kamu terlihat lebih menarik adalah sekitar 60-70%. Lebih dari itu, bisa jadi terasa tidak nyaman, bahkan creepy. Kurang dari itu, orang mungkin berpikir kamu tidak tertarik atau terkesan kasar.
Jadi, untuk mencapai keseimbangan yang tepat, latihan sangat dibutuhkan. Mulailah dengan percakapan biasa dengan teman atau rekan kerja, dan usahakan untuk menjaga kontak mata sekitar dua pertiga dari waktu percakapan. Ingat, jangan terlalu menatap, cukup tunjukkan ketertarikan dan rasa hormat.
2. Menguasai Seni Meniru (Mirroring)
Pernahkah kamu merasa terasing saat berada di sebuah acara sosial? Rasanya sulit sekali membangun hubungan, sementara orang lain tampak begitu mudahnya melakukannya. Namun, ada konsep yang menarik, yakni 'mirroring', yang bisa meningkatkan koneksi dengan orang lain.
Mirroring adalah tindakan meniru bahasa tubuh, pola bicara, atau sikap seseorang tanpa disadari. Menurut psikolog terkenal, William James, "Kita tidak tertawa karena kita bahagia, kita bahagia karena kita tertawa."
Ternyata, prinsip ini berlaku pada lebih banyak hal daripada sekadar tertawa. Mirroring dapat menunjukkan empati dan membangun hubungan yang lebih kuat. Ini adalah cara halus untuk mengatakan, “Saya seperti kamu, saya mengerti kamu.”
Cobalah ini di acara sosial berikutnya. Alih-alih menarik diri, meniru bahasa tubuh dan cara bicara orang-orang di sekitar bisa memberi respon yang lebih positif. Percakapan berjalan lebih lancar dan koneksi yang terjalin terasa lebih kuat.
Namun, ingat, mirroring harus dilakukan dengan cara yang alami dan tidak berlebihan. Tujuannya adalah menciptakan hubungan tanpa harus meniru secara langsung.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
