
Ilustrasi orang yang selalu mencari validasi dari orang lain (freepik)
JawaPos.com - Kita semua pernah mencari validasi di beberapa titik dalam hidup kita. Namun bagaimana dengan mereka yang selalu menginginkannya?
Ini adalah pola yang tidak hanya menguras emosi tetapi juga mengungkapkan banyak hal tentang harga diri dan nilai diri kita. Namun, tahukah Anda ada kebiasaan tertentu yang umum di antara para pencari validasi?
Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Hack Spirit, Minggu (2/2) sembilan kebiasaan yang sering ditunjukkan oleh orang-orang yang terus-menerus mencari validasi dari orang lain.
1. Anda terus-menerus mencari persetujuan
Ketika mencari validasi, ini mungkin kebiasaan yang paling umum. Orang yang terus-menerus mencari validasi sering kali mendapati diri mereka dalam siklus perilaku mencari persetujuan yang tidak pernah berakhir.
Baik itu tentang pekerjaan, penampilan, atau bahkan pendapat mereka, mereka menginginkan persetujuan orang lain. Namun masalahnya adalah, ini bukan sekadar keinginan untuk mendengar pujian atau sanjungan.
Ini sering kali berasal dari rasa takut yang mendalam akan penolakan atau kerinduan untuk diterima. Mereka mungkin merasa tidak puas atau tidak lengkap tanpa persetujuan eksternal tersebut.
Hal ini dapat menyebabkan mereka membentuk tindakan dan keputusan berdasarkan apa yang menurut mereka akan memberi mereka validasi.
2. Harga diri Anda terkait dengan persepsi orang lain
Ada sebuah teori yang disebut sebagai 'Looking Glass Self'. Secara sederhana, teori ini menyatakan bahwa citra diri kita dibentuk oleh bagaimana orang lain memandang kita. Jika Anda terus-menerus mencari validasi, kemungkinan besar Anda menjalani teori ini.
Ketika harga diri Anda dikaitkan dengan persepsi orang lain, Anda cenderung lebih menghargai pendapat mereka daripada pendapat Anda sendiri. Seolah-olah Anda melihat diri Anda sendiri melalui mata mereka, maka muncullah istilah 'Looking Glass Self'.
Anda mungkin mendapati diri Anda terus-menerus berusaha memenuhi atau melampaui harapan orang lain, bahkan jika itu berarti mengorbankan kebutuhan atau kebahagiaan Anda sendiri. Dan itu bukanlah cara hidup yang berkelanjutan.
3. Anda tidak nyaman dengan kritikan
Orang-orang yang terus-menerus mencari validasi sering kali kesulitan menghadapi kritik. Orang yang selalu mencari validasi sering kali mengartikan kritik sebagai tanda kegagalan atau ketidakmampuan pribadi.
Mereka mungkin menganggapnya serius, sehingga harga diri mereka terguncang dan memicu perasaan ragu terhadap diri sendiri. Namun, inilah kendalanya, tidak semua kritik itu buruk.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
