
Ilustrasi orang yang tidur sebelum tengah malam. (Freepik)
JawaPos.Com – Tidur yang berkualitas adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Namun, tahukah kamu bahwa waktu tidur juga memegang peranan penting?
Banyak orang yang sering begadang atau tidur larut malam tanpa menyadari dampaknya. Salah satu waktu tidur yang sangat dianjurkan adalah tidur sebelum jam 12 malam.
Banyak orang mengalami kesulitan tidur di malam hari, terutama sebelum tengah malam. Menurut Sleep Center Info (31/1), ritme sirkadian tubuh mengatur waktu tidur dan bangun kita, mengenali siang dan malam berdasarkan cahaya matahari dan bulan.
Paparan cahaya biru dari perangkat elektronik bisa mengganggu produksi hormon melatonin, yang membuat tidur jadi lebih sulit. Padahal, tidur malam memiliki segudang manfaat, terutama jika dilakukan secara rutin sebelum tengah malam.
Healthline menyarankan agar orang dewasa tidur tujuh hingga delapan jam di malam hari. Dengan tidur sebelum tengah malam dan bangun pagi untuk aktivitas, kamu akan mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.
Tidur yang cukup di malam hari membawa manfaat yang luar biasa, seperti yang diungkapkan oleh penelitian Universitas Exeter, yang menyebutkan bahwa tidur antara jam 10.00 hingga 10.30 malam dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Organisasi Kesehatan menyatakan bahwa tidur berkualitas dapat mengurangi risiko penyakit kronis yang berpotensi mengancam jiwa.
Tidur kurang dari enam jam dapat mempercepat munculnya risiko kanker dan Alzheimer, dua penyakit yang sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang.
Tidur yang cukup juga berperan penting dalam menurunkan risiko tekanan darah tinggi, yang pada gilirannya dapat menyebabkan stroke dan penyakit jantung.
Oleh karena itu, jangan anggap sepele tidur sebelum tengah malam. Tidur yang teratur dan berkualitas akan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan jangka panjang.
Tidur tidak hanya memberi istirahat bagi tubuh, tetapi juga berperan penting dalam memproses dan menyimpan memori jangka panjang.
Tidur selama enam hingga delapan jam dapat meningkatkan penyerapan informasi dan daya fokus, menjadikan kita lebih mudah berkonsentrasi.
Bagi siswa maupun pekerja, tidur yang cukup akan meningkatkan produktivitas harian. Dengan tidur yang optimal, kamu juga mengurangi risiko Alzheimer atau masalah daya ingat di usia muda, sehingga kemampuan ingatanmu tetap tajam dan terjaga.
Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat merusak hormon yang mengatur nafsu makan dan kadar gula dalam tubuh. Akibatnya, ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang berisiko memicu diabetes.
Kurangnya tidur juga mengganggu metabolisme tubuh, yang dapat meningkatkan risiko obesitas. Saat tubuh merasa lelah akibat kurang tidur, seseorang cenderung lebih malas bergerak atau beraktivitas fisik, sehingga memperburuk masalah kesehatan tersebut.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
