Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Januari 2025 | 11.18 WIB

Ingin Hidup dengan Bahagia? Intip 7 Kunci Menjadi Orang Tenang yang Bisa Dipraktikan secara Mudah

Ilustrasi orang yang merasa damai (jcomp/freepik.com) - Image

Ilustrasi orang yang merasa damai (jcomp/freepik.com)

JawaPos.com - Tinjauan penelitian mengenai perdamaian yang dilakukan pada tahun 2021 lebih menekankan terhadap pengembangan landasan psikologis dalam pendidikan perdamaian.

Penelitian ini menghasilkan lima faktor krusial yang harus diperhatikan oleh para pendidik saat merancang program pendidikan perdamaian.

Kelima faktor tersebut meliputi kompetensi, disposisi dalam mengatur diri, konstruksi dan disposisi persepsi, motif serta nilai-nilai yang dianut, dan juga ekspektasi terhadap hasil yang hendak dicapai.

Dirangkum dari pollackpeacebuilding.com, berikut beberapa kunci menjadi orang tenang yang bisa dipraktikan dengan mudah.

1. Kemampuan problem solving

Konflik menjadi bagian dari dinamika sosial yang sering membawa tantangan yang kompleks. Guna menghadapinya, dibutuhkan kemampuan problem solving secara kreatif dan sistematis. Penelitian menyatakan bahwa keterampilan pemecahan masalah penting, tidak hanya untuk menyelesaikan konflik, tetapi juga untuk mencegah konflik baru.

Studi oleh Frauenknecht dan Black menjelaskan bahwa pelatihan pemecahan masalah pada anak-anak usia dini bisa memperbaiki hubungan dan mencegah konflik. Penelitian Nelson dkk pada mahasiswa juga menunjukkan bahwa pelatihan serupa membantu merumuskan solusi damai dalam konflik internasional. Temuan ini menekankan pentingnya keterampilan pemecahan masalah untuk perdamaian.

2. Kesadaran penuh

Kesadaran penuh merupakan kunci guna menjadi pribadi yang damai sebab berperan penting dalam menciptakan kedamaian pada diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Ini melibatkan fokus pada momen sekarang dan mendekati pengalaman dengan sikap terbuka, rasa ingin tahu, dan penerimaan.

Penelitian menjelaskan bahwa praktik kesadaran membantu mengelola konflik, meningkatkan pemahaman emosional, empati, dan kemampuan melihat perspektif orang lain. Program kesadaran di sekolah dasar juga terbukti mengurangi depresi dan agresivitas, serta membawa manfaat positif lainnya.

3. Pengaturan pengaruh dan pengendalian diri

Pengaturan afek, atau kemampuan mengelola emosi, sangat penting dalam menghadapi konflik. Saat emosi tidak terkendali, kita cenderung merespons dengan cara impulsif dan irasional yang justru memperburuk situasi. Dengan kemampuan mengenali dan mengelola emosi, maka kita bisa merespons konflik secara lebih tenang dan konstruktif, serta mencari solusi yang menguntungkan semua pihak.

Penelitian oleh Lopes, Salovey, dan Straus memperlihatkan bahwa orang dengan kecerdasan emosional tinggi, termasuk pengaturan afek yang baik, cenderung memiliki hubungan interpersonal yang lebih positif dan lebih sedikit terlibat dalam konflik. Temuan ini menekankan pentingnya pengaturan afek membangun hubungan harmonis dan menyelesaikan konflik secara damai.

4. Identifikasi dengan kemanusiaan

Tidak mengherankan jika pengambilan perspektif menjadi salah satu kunci demi menciptakan kedamaian. Kemampuan ini sangat penting dalam konteks konflik sebab memungkinkan komunikasi yang lebih konstruktif, sehingga mendukung manajemen konflik yang lebih efektif.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore