
Perilaku orang lupa dan linglung seiring bertambah usia menurut psikologi
JawaPos.com – Seiring bertambahnya usia, perubahan dalam fungsi otak menjadi salah satu hal yang wajar terjadi. Namun, beberapa perilaku tertentu justru dapat mempercepat munculnya gejala mudah lupa dan linglung.
Dalam perspektif psikologi, pola-pola perilaku ini sering kali luput dari perhatian, meskipun dampaknya bisa cukup signifikan.
Dilansir dari geediting.com pada Minggu (26/1), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku yang kerap dianut oleh orang yang mudah lupa dan linglung seiring bertambahnya usia menurut Psikologi.
1. Membuat daftar sebagai alat bantu
Saat seseorang memasuki usia senja, membuat daftar menjadi kebiasaan yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan menulis daftar belanjaan, jadwal kegiatan, atau langkah-langkah menyelesaikan tugas tertentu membantu mengorganisir pikiran dan meminimalisir kelupaan.
Menariknya, proses menulis secara manual memiliki dampak positif pada ingatan, karena otak akan lebih mudah mengingat informasi yang ditulis tangan dibandingkan yang diketik. Bahkan ketika daftar tersebut hilang atau tertinggal, seringkali kita masih bisa mengingat isinya karena telah terpatri dalam memori saat menuliskannya.
2. Memanfaatkan teknologi digital
Di era digital ini, perangkat teknologi menjadi asisten pribadi yang sangat berharga bagi mereka yang mulai pelupa. Penggunaan kalender digital, aplikasi pengingat, dan perangkat lunak pencatat dapat membantu mengorganisir berbagai informasi penting seperti jadwal dokter, ulang tahun kerabat, hingga daftar kegiatan harian.
Internet juga menjadi perpustakaan raksasa yang siap memberikan jawaban atas pertanyaan yang mungkin terlupa. Meski teknologi identik dengan kaum muda, semakin banyak lansia yang mulai nyaman menggunakan smartphone dan tablet untuk menunjang aktivitas mereka.
3. Membangun rutinitas harian
Menciptakan pola kegiatan yang teratur menjadi kunci penting dalam mengatasi masalah pelupa. Kebiasaan meletakkan kunci di tempat yang sama, minum obat setelah sikat gigi, atau melakukan aktivitas tertentu di waktu yang sama setiap hari membantu otak bekerja lebih efisien.
Otak manusia dirancang untuk mengenali dan mengikuti pola, sehingga ketika sesuatu dilakukan secara berulang, tindakan tersebut akan menjadi otomatis dan tidak memerlukan pemikiran sadar. Rutinitas yang konsisten ini membantu mengurangi beban kognitif dan membuat hidup lebih terorganisir.
4. Meminta bantuan pengingat
Tidak ada salahnya meminta bantuan orang terdekat untuk mengingatkan berbagai hal penting dalam keseharian. Keluarga dan teman-teman biasanya dengan senang hati membantu mengingatkan jadwal pertemuan, acara penting, atau bahkan lokasi terakhir kali meletakkan kacamata.
Menjadi pelupa adalah bagian alami dari proses penuaan, dan orang-orang terdekat umumnya memahami hal ini dengan baik. Dukungan dari lingkungan sosial menjadi salah satu cara efektif mengatasi masalah pelupa.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
