
Ilustrasi orang yang suka makan junk food. (freepik.com/studioredcup)
JawaPos.com - Junk food atau makanan cepat saji sangat menggiurkan di lidah masyarakat, apalagi saat kita sedang kumpul-kumpul bersama teman atau menemani di keheningan malam bersama serial favorit.
Tapi sayangnya junk food ini memberikan dampak kurang baik bagi tubuh kita, menurut yang dikutip dari laman Dinkes Provinsi DIY, junk food memiliki kandungan kalori berlebih yang menimbulkan risiko penyakit diabetes, masalah sistem pencernaan, mengganggu fungsi otak, hingga penyakit jantung.
Meskipun menerapkan pola hidup sehat itu menjadi cita-cita semua orang, tapi berat rasanya untuk benar-benar murni meninggalkan junk food. Sesekali kita tergoda untuk menyantapnya.
Dilansir dari laman Personal Branding pada Minggu (26/01), jika kamu ingin menjalani hidup sehat tapi masih menyukai junk food, ucapkan selamat tinggal pada 8 kebiasaan ini :
1. Mengunyah tanpa berpikir
Mengunyah tanpa berpikir adalah saat kamu makan tanpa benar-benar memerhatikan apa dan berapa banyak yang dimakan. Ini adalah salah satu penyebab terbesar di balik makan berlebihan dan penambahan berat badan.
Kunci untuk melawan kebiasaan buruk ini terletak pada pola makan yang sadar, misalnya dengan memerhatikan sesuatu yang dimakan, seberapa banyak kandungan kalorinya, serta cara menikmati makanan tersebut suapan demi suapannya.
2. Ngemil larut malam
Ngemil di malam hari dapat menyebabkan penambahan berat badan, mengganggu tidur, dan bahkan memengaruhi metabolisme tubuh. Ketika menyadari hal ini, kamu harus melakukan upaya sadar untuk menghentikannya.
Awalnya memang tidak mudah, tapi secara perlahan cobalah mulai mengonsumsi makanan pengganti yang lebih sehat seperti secangkir teh herbal atau semangkuk buah-buahan untuk mengatasi rasa lapar di malam hari
3. Melewatkan makan
Melewatkan makan mungkin terdengar seperti cara cepat menurunkan berat badan, tapi sebenarnya kontraproduktif. Hal ini dapat menyebabkan makan berlebihan di kemudian hari, belum lagi dampaknya terhadap tingkat energi dan konsentrasi.
Jadi jika kamu selama ini melewatkan waktu makan untuk mengurangi kalori, inilah saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal pada kebiasaan ini. Sebaliknya, usahakan untuk mengonsumsi makanan teratur dan seimbang yang menjaga metabolisme tetap aktif dan membantu mengekang keinginan mengonsumsi junk food.
4. Distorsi porsi
Kita hidup di dunia di mana segala sesuatunya berukuran super, mulai dari burger hingga minuman bersoda, ukuran porsinya telah meningkat secara dramatis selama bertahun-tahun dan persepsi kita mengenai ukuran porsi yang ‘normal’ telah terdistorsi.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
