Ilustrasi seorang manipulator ulung yang berusaha untuk menguasai pikiran seseorang.
JawaPos.com - Dalam jalinan hubungan asmara, dinamika yang terjadi sering kali kompleks dan penuh warna. Terkadang, kita merasa seperti menaiki roller coaster, bukan hanya karena gejolak emosi, tetapi juga kemungkinan adanya permainan pikiran. Permainan pikiran merupakan bentuk manipulasi halus yang membuat seseorang mempertanyakan realitasnya sendiri. Tak jarang, taktik ini digunakan untuk meraih dominasi dalam hubungan, dan sering kali sulit untuk dideteksi. Dikutip dari blogherald.com pada Sabtu (25/1), berikut tanda pasangan anda mahir dalam permainan pikiran.
1. Sering Melakukan Gaslighting
Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang membuat korban meragukan realitasnya sendiri. Pelaku berusaha mendapatkan kekuasaan dengan membuat korban meragukan pikiran dan perasaannya. Mereka mungkin menyangkal perkataan yang jelas-jelas pernah diucapkan atau memutarbalikkan fakta. Tujuan akhirnya adalah menciptakan rasa tidak stabil dan kurang percaya diri pada korban.
2. Tidak Pernah Salah
Beberapa orang memiliki kemampuan untuk memutarbalikkan situasi sehingga setiap argumen atau perbedaan pendapat berakhir dengan kesalahan pada pihak lain. Mereka ahli dalam mengalihkan tanggung jawab dan menciptakan narasi yang menguntungkan diri sendiri. Hal ini dapat membuat pasangan merasa bersalah dan bertanggung jawab atas masalah yang sebenarnya bukan kesalahannya.
3. Membuat Anda Bergantung Padanya
Satu di antara taktik umum dalam permainan pikiran adalah menciptakan ketergantungan. Pelaku ingin membuat korban percaya bahwa mereka dibutuhkan untuk kebahagiaan atau kesuksesan korban. Padahal, kemandirian dalam hubungan justru meningkatkan kepuasan dan stabilitas hubungan. Penting untuk tetap mandiri dan melanjutkan minat serta aktivitas pribadi.
4. Memberikan Pujian yang Disertai Hinaan
Pujian yang disertai hinaan, atau negging, adalah taktik manipulasi yang merusak harga diri korban. Pelaku memberikan pujian yang disusul dengan komentar merendahkan. Hal ini bertujuan untuk menurunkan kepercayaan diri korban dan membuatnya merasa tidak berharga. Taktik ini sangat berbahaya dan merupakan tanda peringatan dalam hubungan.
5. Mengisolasi Anda dari Orang Terdekat
Pelaku permainan pikiran sering kali berusaha mengisolasi korban dari teman dan keluarga. Mereka mungkin menciptakan konflik atau menyebarkan gosip untuk merusak hubungan korban dengan orang-orang terdekatnya. Tujuannya adalah membuat korban hanya bergantung pada pelaku dan memutus dukungan sosialnya.
6. Menggunakan Taktik Diam
Taktik diam atau silent treatment adalah bentuk hukuman emosional yang menyakitkan. Pelaku mengabaikan dan menolak berkomunikasi dengan korban. Hal ini menciptakan rasa cemas, bersalah, dan tidak berdaya pada korban. Taktik ini sering digunakan untuk mengendalikan dan memanipulasi emosi korban.
7. Membuat Anda Merasa Bersalah

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
