
Ilustrasi orang tua dan anak (Mikhail Nilov/pexels.com)
JawaPos.com - Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik bagi anak-anak mereka, namun tidak semua memiliki kesabaran atau kesediaan menilai kembali keyakinan mereka saat ditentang.
Meskipun berniat baik, tidak semua orang tua bisa meluangkan waktu untuk benar-benar memahami perasaan dan kebutuhan anak mereka.
Keadaan ini memperlihatkan bahwa meski niat baik ada, peran orang tua penuh tantangan dan tidak selalu dapat memenuhi semua kebutuhan anak dengan sempurna.
Mengutip voicesofyouth.org, berikut ini beberapa cara berkomunikasi secara baik dengan orang tua agar tidak sering memendam.
1. Beri jeda untuk memikirkan apa yang hendak dikatakan
Satukan terlebih dahulu pikiranmu dan jika merasa cemas atau kewalahan, ingatlah bahwa dirimu tidak perlu mengungkapkan semuanya dalam satu waktu. Terkadang, berbagi sedikit tentang apa yang dirasakan sudah cukup dalam memulai proses komunikasi. Ini adalah langkah awal yang baik, karena melalui percakapan yang terbuka, kamu bisa mulai mengungkapkan perasaan secara perlahan.
Kamu tidak perlu terburu-buru, sebab kamu bisa terus berbicara dan membuka diri selama beberapa hari atau bahkan minggu ke depan, saat kamu merasa lebih siap dan nyaman melanjutkan pembicaraan tersebut. Hal terpenting adalah memberi ruang bagi dirimu untuk berbicara ketika kamu merasa lebih terbuka dan tenang.
2. Pilih waktu dan cara komunikasi yang tepat
Pilih waktu yang tepat saat orang tuamu tidak sibuk dan memiliki waktu luang untuk berbicara, atau mulailah dengan memberi tahu mereka terlebih dahulu bahwa dirimu ingin membicarakan sesuatu yang penting.
Sampaikan kepada mereka bahwa kamu merasa khawatir tentang perasaanmu, pastikan melakukannya di saat yang tenang, ketika tidak ada gangguan, sehingga kamu dapat berbicara dengan lebih leluasa.
Apabila kamu merasa kesulitan berbicara langsung, maka kamu bisa memilih cara lain guna menyampaikan perasaanmu. Gunakan metode komunikasi yang paling membuatmu nyaman, seperti menulis surat atau pesan supaya kamu bisa mengungkapkan apa yang ada di hati dengan cara yang lebih mudah dan sesuai dengan keinginanmu. Selain itu, penting untuk bisa menyampaikan perasaanmu tanpa rasa tertekan.
3. Bersikap jujur dan terbuka
Jika kamu sudah memutuskan berbicara, pastikan untuk melakukannya dengan tulus dan membuka hatimu. Memang, mungkin kamu merasa ragu atau cemas dalam membicarakan masalah kesehatan emosional atau mental kepada orang tua, terutama karena takut mereka tidak akan menganggapnya serius, atau merasa malu mengungkapkan hal tersebut.
Selain itu, ada kekhawatiran bahwa dirimu mungkin akan memperoleh stigma negatif. Perasaan ini sangat wajar mengungkapkan bahwa kamu sedang mengalami kecemasan atau depresi kepada orang tua memang bisa terasa sulit. Namun, meski tantangannya besar, itu bukan berarti hal tersebut tidak bisa dilakukan. Dengan pendekatan yang tepat dan sikap terbuka, kamu tetap bisa berbicara mengenai masalah ini dengan orang tuamu.
4. Hindari berkecil hati

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
