
Ilustrasi orang yang sering overthinking dalam hubungan. (Freepik)
JawaPos.com - Overthinking terkadang dianggap sebagai kemampuan luar biasa dalam menganalisis segala sesuatu, memprediksi hasil, dan berusaha menghindari kesalahan.
Namun, dalam hubungan, kebiasaan ini seringkali lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Apa yang tampak seperti perhatian atau kehati-hatian justru bisa menciptakan ketegangan, membuat pasangan merasa diperiksa, ragu, atau bahkan kelelahan emosional.
Yang lebih sulit lagi, orang yang overthinking biasanya tidak menyadari apa yang mereka lakukan. Kebiasaan ini muncul dari rasa peduli, ketakutan, atau pengalaman masa lalu, tetapi bukannya mempererat hubungan, kebiasaan ini tanpa sadar menjauhkan pasangan.
Jika overthinking sudah menjadi kebiasaan, mungkin sudah saatnya untuk berhenti sejenak dan melihat bagaimana itu mempengaruhi dinamika hubungan.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (22/1), berikut ini tujuh kebiasaan yang sering dilakukan orang yang overthinking dalam hubungan yang tanpa mereka sadari dapat menjauhkan pasangan.
1. Terlalu Menganalisis Segala Sesuatu
Sebuah pesan singkat. Nada bicara yang sedikit berbeda. Perubahan bahasa tubuh. Bagi seorang overthinker, hal-hal ini bukan sekadar kejadian biasa—melainkan petunjuk bahwa ada yang salah.
Alih-alih mengabaikan hal kecil, mereka menganalisis setiap detail dengan keyakinan bahwa pasti ada makna yang lebih dalam. Padahal, seringkali tidak ada apa-apa. Balasan terlambat bukan berarti pasangan mulai kehilangan minat, dan percakapan yang lebih singkat bukan tanda pasangan sedang marah.
Ketika setiap tindakan diperbesar, hal itu justru menciptakan stres dan ketegangan yang tidak perlu. Tak ada yang ingin merasa terus-menerus diperiksa. Sebuah hubungan seharusnya menjadi tempat yang aman, bukan seperti teka-teki yang harus dipecahkan terus-menerus.
2. Mencari Jaminan Secara Berlebihan
Overthinking dalam hubungan sering kali terwujud dalam kebutuhan konstan akan jaminan. Orang yang sering overthinking, yang dikuasai oleh ketakutan akan kesalahan, kerap kali membanjiri pasangan dengan pertanyaan dan keraguan, seperti "Apakah kamu benar-benar mencintaiku?", "Kamu nggak marah kan?", atau "Apakah aku sudah melakukan ini dengan benar?"
Meskipun mencari jaminan dalam hubungan itu wajar, orang yang overthinking melakukannya secara berlebihan. Kebutuhan yang konstan akan validasi ini bisa membuat pasangan merasa lelah dan terbebani. Tanpa disadari, hal ini justru bisa menjauhkan pasangan.
Penting untuk menemukan keseimbangan. Terkadang, mencari jaminan itu perlu, tetapi jangan biarkan itu menjadi kebiasaan yang berlebihan.
3. Mengantisipasi yang Terburuk
Saat seorang overthinker merasakan perubahan sekecil apapun dalam hubungan, pikiran mereka langsung melompat ke asumsi yang terburuk. Pasangan yang lebih pendiam dari biasanya pasti mulai kehilangan minat. Panggilan yang terlewat berarti mereka sedang menghindari. Satu hari yang buruk bisa berarti hubungan mulai berantakan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
