
Ilustrasi orang yang mengaktifkan coping mechanism. (Pexels)
JawaPos.com – Kehidupan modern di perkotaan penuh dengan kebisingan dan hiruk-pikuk. Bagi sebagian orang, ini mungkin hal yang biasa.
Namun, bagi individu yang sensitif terhadap rangsangan eksternal, situasi seperti ini bisa terasa melelahkan, bahkan menguras energi.
Sensitivitas ini bukan sekadar tentang "tidak suka keramaian", tetapi lebih kepada bagaimana tubuh dan pikiran mereka bereaksi terhadap berbagai rangsangan. Mulai dari suara bising hingga keramaian visual.
Untuk bertahan hidup di tengah kebisingan, orang-orang yang sensitif terhadap rangsangan sering mengembangkan coping mechanism tertentu.
Dilansir dari laman Blog Herald pada Senin (20/1), berikut enam cara yang dilakukan individu yang sensitif pada rangsangan eksternal untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan mental mereka.
Ketika dunia terasa terlalu berisik, menikmati waktu sendirian adalah solusi terbaik. Orang yang sensitif terhadap rangsangan cenderung merasa lebih damai ketika mereka bisa menjauh dari hiruk-pikuk.
Me time bukan berarti mereka mengisolasi diri, melainkan memberikan waktu bagi diri sendiri untuk mengisi ulang energi.
Menghabiskan waktu sendirian di tempat yang tenang memungkinkan mereka untuk memproses emosi dan pikiran tanpa gangguan. Bagi mereka, kesendirian adalah cara untuk “bernapas” di tengah dunia yang penuh dengan stimulus berlebihan.
Latihan mindfulness menjadi salah satu coping mechanism paling efektif untuk menghadapi kebisingan.
Dengan fokus pada saat ini, seseorang bisa belajar untuk menerima rangsangan tanpa merasa terbebani. Mindfulness membantu orang yang sensitif untuk tidak terhanyut dalam kekacauan di sekitar mereka.
Dengan mempraktikkan ini, mereka bisa mengarahkan perhatian pada hal-hal sederhana, seperti ritme napas atau bunyi detak jantung, sehingga pikiran menjadi lebih tenang.
Perilaku ini tidak hanya membantu mereka menghadapi kebisingan tetapi juga memberi ruang untuk menerima diri sendiri.
Headphone peredam bising adalah penyelamat di era modern. Bagi orang yang sensitif terhadap rangsangan, perangkat ini sangat membantu untuk menciptakan “gelembung” pribadi di tengah keramaian.
Teknologi ini bekerja dengan meniadakan suara di sekitar, sehingga membuat lingkungan terasa lebih hening.
Menggunakan headphone peredam bising saat berada di transportasi umum, kafe yang ramai, atau bahkan di tempat kerja, memungkinkan mereka untuk tetap fokus dan menjaga ketenangan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
