Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Januari 2025 | 15.03 WIB

Intip 6 Coping Mechanism untuk Bertahan Hidup di Tengah Kebisingan, Cocok Bagi Mereka yang Sensitif!

Ilustrasi orang yang mengaktifkan coping mechanism. (Pexels) - Image

Ilustrasi orang yang mengaktifkan coping mechanism. (Pexels)

JawaPos.com – Kehidupan modern di perkotaan penuh dengan kebisingan dan hiruk-pikuk. Bagi sebagian orang, ini mungkin hal yang biasa.

Namun, bagi individu yang sensitif terhadap rangsangan eksternal, situasi seperti ini bisa terasa melelahkan, bahkan menguras energi. 

Sensitivitas ini bukan sekadar tentang "tidak suka keramaian", tetapi lebih kepada bagaimana tubuh dan pikiran mereka bereaksi terhadap berbagai rangsangan. Mulai dari suara bising hingga keramaian visual. 

Untuk bertahan hidup di tengah kebisingan, orang-orang yang sensitif terhadap rangsangan sering mengembangkan coping mechanism tertentu. 

Dilansir dari laman Blog Herald pada Senin (20/1), berikut enam cara yang dilakukan individu yang sensitif pada rangsangan eksternal untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan mental mereka.

  1. Menjauh dari keramaian dan menikmati me time

Ketika dunia terasa terlalu berisik, menikmati waktu sendirian adalah solusi terbaik. Orang yang sensitif terhadap rangsangan cenderung merasa lebih damai ketika mereka bisa menjauh dari hiruk-pikuk. 

Me time bukan berarti mereka mengisolasi diri, melainkan memberikan waktu bagi diri sendiri untuk mengisi ulang energi.

Menghabiskan waktu sendirian di tempat yang tenang memungkinkan mereka untuk memproses emosi dan pikiran tanpa gangguan. Bagi mereka, kesendirian adalah cara untuk “bernapas” di tengah dunia yang penuh dengan stimulus berlebihan.

  1. Latihan mindfulness

Latihan mindfulness menjadi salah satu coping mechanism paling efektif untuk menghadapi kebisingan.

Dengan fokus pada saat ini, seseorang bisa belajar untuk menerima rangsangan tanpa merasa terbebani. Mindfulness membantu orang yang sensitif untuk tidak terhanyut dalam kekacauan di sekitar mereka.

Dengan mempraktikkan ini, mereka bisa mengarahkan perhatian pada hal-hal sederhana, seperti ritme napas atau bunyi detak jantung, sehingga pikiran menjadi lebih tenang.

Perilaku ini tidak hanya membantu mereka menghadapi kebisingan tetapi juga memberi ruang untuk menerima diri sendiri.

  1. Mengenakan headphone peredam bising

Headphone peredam bising adalah penyelamat di era modern. Bagi orang yang sensitif terhadap rangsangan, perangkat ini sangat membantu untuk menciptakan “gelembung” pribadi di tengah keramaian.

Teknologi ini bekerja dengan meniadakan suara di sekitar, sehingga membuat lingkungan terasa lebih hening.

Menggunakan headphone peredam bising saat berada di transportasi umum, kafe yang ramai, atau bahkan di tempat kerja, memungkinkan mereka untuk tetap fokus dan menjaga ketenangan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore