
Ilustrasi Ayah dan anak.
JawaPos.com - Dampak orang tua yang pilih kasih terhadap anak tidak main-main. Ayah dan Bunda harus sadar betul bahwa menaruh kasih sayang lebih besar kepada salah satu anak bukanlah sikap yang bijak.
Sebelum membahas lebih lanjut, perlu diketahui bahwa tidak bisa dipungkiri memang banyak orang yang melakukan favoritisme atau lebih condong menyukai satu anak ketimbang yang lain.
Menurut laman The Sun, sebuah studi American Psychological Association mengungkap beberapa faktor yang menyebabkan orang tua pilih kasih atau menyukai salah satu anak saja.
Dari analisis yang melibatkan 30 studi serta 14 basis data yang memuat informasi lebih dari 19.000 orang, ditemukan bahwa urutan kelahiran, jenis kelamin, dan temperamen mempengaruhi favoritisme terhadap anak.
Selain faktor tersebut, peneliti juga melihat interaksi positif maupun negatif serta perlakuan orang tua kepada si buah hati secara keseluruhan. Lalu, anak seperti apa yang mendapat kasih sayang lebih banyak?
1. Anak Emas Tak Selalu yang Termuda dan Tertua
Bukan perkara usia yang menjadikan si buah hati dijadikan anak emas oleh orang tuanya. Dr. Ellen Weber Libby, seorang psikolog klinis menyebutkan bahwa hal ini bisa tergantung pada keadaan.
Contohnya, satu anak lebih memahami emosi orang tuanya dan mau untuk membantu pekerjaan rumah. Alhasil, orang tua akan lebih ingin menghabiskan waktu bersama anak tersebut.
Selain itu sebagai contoh lain, bisa jadi ketika orang tua melihat salah satu anak, sosoknya mengingatkan pada seseorang yang dicintai namun telah pergi untuk selamanya seperti nenek. Ini juga memicu favoritisme.
2. Dampak Buruk Orang Tua Pilih Kasih
Sebelumnya sudah disinggung bahwa favoritisme terhadap anak bukanlah sebuah tindakan yang bijaksana. Menurut ahli sekalipun, ini dapat membawa dampak buruk bagi si buah hati.
Dr. Weber Libby mengatakan, kelak anak yang merasa tidak disukai akan lebih mendapat kesulitan ketika mereka beranjak dewasa.
Hal ini pun senada dengan ungkapan Dr. Alexander Jensen, profesor madya dari Universitas Brigham Young.
"Mereka cenderung lebih sering mendapat masalah di sekolah dan di rumah," ucap Dr. Jensen, dikutip dari The Sun (20/01/25)z
Di samping itu, Dr. Jensen juga menyebut ada risiko kesehatan mental yang buruk dan juga tidak harmonisnya hubungan keluarga.
Lebih lanjut, di sisi lain pun anak yang cenderung disayang tidak selalu tumbuh menjadi pribadi lebih baik. Tetap ada kemungkinan mereka kesulitan di masa depan karena terlalu dimanja.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
