Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Januari 2025 | 18.52 WIB

8 Tipe Orang Ini Perlu Kamu Pertimbangkan untuk Dijauhi Demi Kesejahteraan Mentalmu, Menurut Psikologi

Ilustrasi: 8 tipe orang yang sebaiknya tidak dipertahankan kontaknya. (Pexels) - Image

Ilustrasi: 8 tipe orang yang sebaiknya tidak dipertahankan kontaknya. (Pexels)

JawaPos.com – Dalam hidup, kita bertemu dengan berbagai macam orang yang membawa pengaruh berbeda dalam kehidupan kita.

Beberapa dari mereka menjadi sumber dukungan, kebahagiaan, dan inspirasi, sementara yang lainnya justru memberikan dampak negatif yang bisa merusak kesejahteraan mental dan emosional kita.

Terkadang, kita merasa kesulitan untuk memutuskan hubungan atau membatasi interaksi dengan orang-orang yang tidak mendukung perkembangan diri kita, terutama ketika hubungan tersebut sudah berlangsung lama. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua hubungan layak dipertahankan, terutama jika hubungan tersebut cenderung merugikan.

Melansir dari laman The Blog Herald, Senin (20/1), berikut akan dibahas 8 tipe orang yang, menurut psikologi, sebaiknya tidak dipertahankan kontaknya. Siapa saja itu?

1. Energy vampire

Energy vampire adalah tipe orang yang dapat menguras energi atau semangat orang lain. Orang seperti ini sering kali memiliki sikap negatif dan mengkritik tanpa memberikan hal-hal yang membangun atau positif.

Interaksi dengan mereka bisa membuat orang lain merasa lelah atau tertekan, baik secara mental maupun emosional.

2. Orang yang selalu mengeluh

Chronic complainer atau pengeluh kronis dalam psikologi, adalah orang yang terus-menerus merasa tidak puas dan selalu menemukan hal untuk dikeluhkan. Mereka cenderung fokus pada sisi negatif hidup, seolah-olah melihat dunia hanya dari sudut pandang yang hal buruk dan mengabaikan yang baik.

Ketika berinteraksi dengan orang seperti ini, seseorang bisa terpengaruh untuk menjadi lebih negatif dan kurang menghargai atau bersyukur atas hal-hal positif dalam hidup.

Pengaruh ini menunjukkan bahwa energi atau cara berpikir orang lain dapat memengaruhi cara kita merasakan dan memandang dunia.

3. Percakapan hanya satu arah

Pada umumnya, percakapan adalah proses dua arah, di mana kedua belah pihak saling berbagi informasi dan perasaan. Namun, dengan orang yang hanya fokus pada diri sendiri, percakapan menjadi tidak seimbang karena hanya satu pihak yang berbicara, sementara yang lain hanya mendengarkan tanpa bisa berkontribusi.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang hanya fokus pada dirinya sendiri dalam percakapan cenderung dianggap kurang menarik dan kurang disenangi.

Hal ini menunjukkan bahwa orang lebih menyukai percakapan yang seimbang, di mana kedua belah pihak saling mendengarkan dan menunjukkan minat terhadap kehidupan orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore