
Ilustrasi orang yang menjalani hari lebih berkualitas. (Freepik)
JawaPos.com – Kegiatan harian yang monoton sering kali membuat kita merasa terjebak dalam rutinitas tanpa akhir.
Hari Senin, yang dianggap sebagai musuh banyak orang, adalah contoh nyata bagaimana pekerjaan dan kegiatan sehari-hari bisa terasa membosankan. Namun, ternyata ada cara sederhana yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Seperti yang dijelaskan dalam artikel The Conversation, pada Senin (20/1), menjalani aktivitas yang sama bisa sangat membosankan.
Banyak dari kita merasa terjebak dalam rutinitas yang tidak pernah berubah. Tetapi, para ahli filsuf dan psikologi menemukan cara untuk menciptakan pengalaman hidup yang lebih kaya dan menarik, dengan hanya sedikit perubahan dalam cara kita berpikir dan bertindak.
Menurut Prof. Lorraine Besser, seorang Profesor Filosofi di Middlebury, ada tiga pendekatan sederhana yang bisa diambil untuk menambah "kekayaan psikologis" dalam hidup kita.
Mengubah Rutinitas Menjadi Lebih Bermakna
Mengutip lebih lanjut penjelasan Prof. Besser, kekayaan psikologis ini berbeda dari kebahagiaan atau makna hidup yang biasa kita cari, namun sama pentingnya untuk hidup yang baik.
Dalam penelitian bersama psikolog Shigehiro Oishi, ditemukan bahwa orang cenderung lebih memilih hidup yang penuh pengalaman dan memberi rangsangan mental, dibandingkan hanya mengejar kebahagiaan atau makna hidup saja.
Pengalaman-pengalaman ini yang disebut sebagai "kekayaan psikologis," sehingga membuat kita merasa lebih terhubung dengan dunia sekitar tanpa merasa terjebak dalam rutinitas sehari-hari.
Pengalaman-pengalaman ini memberi dampak positif dan membantu kita merasa lebih hidup. Bahkan memberi makna pada aktivitas yang mungkin sebelumnya terasa biasa atau monoton.
Dengan merasakan hal-hal kecil secara lebih mendalam, kita bisa membuat rutinitas terasa lebih berwarna dan menarik.
Salah satu cara untuk meningkatkan kekayaan psikologis adalah dengan memiliki pola pikir yang penuh rasa ingin tahu, kreativitas, dan yang disebut Prof. Besser sebagai “mindfulness 2.0.”
Ketiga hal ini dapat membantu kita melihat rutinitas harian dari sudut pandang yang berbeda, menjadikannya lebih menarik dan memberi kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Menurut Prof. Lorraine Besser, mindfulness 2.0 adalah bentuk kesadaran yang memungkinkan kita untuk memperhatikan dunia sekitar tanpa melibatkan penilaian.
Hal ini berarti kita tidak menilai atau membandingkan, hanya menyadari apa yang ada di sekitar kita, seperti tekstur daun atau suara di sekitar kita. Proses ini tidak hanya mengasah perhatian, tetapi juga merangsang pikiran untuk lebih aktif terlibat dalam pengalaman sehari-hari.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
