
Ilustrasi orang yang makan saat dilanda stres.
JawaPos.com - Saat dilanda stres, beberapa orang memilih untuk tidak makan bahkan sampai sakit. Tapi ada sebagian lainnya yang malah makan banyak dan memilih menu favoritnya tanpa memikirkan kandungan gizi.
Hal ini juga sering disebut dengan istilah stress eating. Mengutip dari laman Siloam Hospitals, stress eating merupakan kecenderungan seseorang untuk mengalihkan rasa cemas, sedih, atau marah dengan makan berlebih.
Keinginan untuk makan ini tidak dipicu dari rasa lapar melainkan hanya berdasarkan keinginan untuk menenangkan emosi atau sebagai hadiah bagi diri sendiri.
Dilansir dari laman Blog Herald pada (16/01) orang yang memilih makan saat dilanda stres, biasanya menunjukkan 7 perilaku ini menurut psikologi:
1. Mendambakan makanan yang menenangkan
Salah satu perilaku paling umum yang terkait dengan stres makan adalah keinginan kuat untuk makanan yang menenangkan. Ketika stres meningkat, tidak jarang kita menemukan hiburan dalam makanan tinggi lemak dan bergula seperti es krim, coklat, atau pizza.
Psikologi memberi tahu kita bahwa jenis makanan ini sebenarnya dapat meredakan stres untuk sementara. Mereka memicu pelepasan hormon perasaan senang di otak kita yang menciptakan rasa tenang dan kepuasan.
Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan, meskipun makanan-makanan ini mungkin terasa seperti teman yang menenangkan saat ini, tapi tidak benar-benar membantu kita mengatasi akar penyebab stres.
Sebaliknya, hal-hal tersebut bertindak sebagai pengalih perhatian sementara dan sering kali dapat menimbulkan perasaan bersalah atau penyesalan di kemudian hari.
2. Melewatkan makan
Meski terlihat aneh, stres makan terkadang bisa menyebabkanmu melewatkan waktu makan. Saat kita berada di bawah banyak tekanan, tubuh akan beralih ke mode 'lawan atau lari'. Hal ini dapat menekan nafsu makan dalam jangka pendek sehingga membuat kita tidak merasa lapar sama sekali.
Namun bukan berarti kita tidak makan. Sebaliknya, orang yang mengalami stres sering kali hanya memakan makanan ringan sepanjang hari, dibandingkan duduk untuk makan lengkap.
Mereka mungkin melewatkan sarapan, makan siang ringan, lalu makan camilan secara berlebihan hingga larut malam. Pola makan yang tidak teratur ini justru bisa memperparah perasaan stres dan cemas.
3. Makan dengan cepat
Saat kita stres, segala sesuatunya tampak menjadi berlebihan, termasuk kebiasaan makan. Makan dengan cepat tidak hanya sekedar mempercepat waktu makan, tapi tidak memberikan cukup waktu bagi otak untuk menyadari bahwa kita sudah kenyang, sehingga dapat menyebabkan makan berlebihan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
