
Ilustrasi Gen Z yang sedang berinovasi untuk mencari ide baru karena ada perubahan mendadak pada target market. (Freepik)
JawaPos.com - Melihat dunia yang berubah sangat cepat dan kita yang tetap bertahan untuk stuck di satu tempat pastinya tidak akan membuat kita bergerak kemana-mana.
Impian untuk memiliki hidup yang lebih baik tidak akan pernah kamu miliki jika masih saja keras kepala mempertahankan satu skill yang sudah tidak lagi relevan pada masanya.
Sebagai seorang Gen Z sudah seharusnya kamu bertekad lebih kuat untuk memperjuangkan hidupmu dengan menerapkan skill adaptive di lingkungan kerja yang serba dinamis.
Dilansir JawaPos.com dari laman Psychology Today pada Kamis (16/1), berikut beberapa cara yang harus kamu perhatikan secara saksama dan catat dengan baik bagaimana menerapkan skill adaptive untuk menghadapi segala perubahan dalam berbagai situasi.
1. Proaktif terhadap segala perubahan
Orang yang memiliki sikap proaktif biasanya mempunyai prinsip hidup yang sangat kuat untuk tidak mudah disetir oleh keadaan.
Mereka yang memiliki jiwa proaktif juga tidak akan takut terhadap perubahan yang tiba-tiba terjadi dalam hidup.
Karena prinsip orang yang proaktif menganggap bahwa segala perubahan yang terjadi sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi.
Tantangan yang akan membuat kita fokus terhadap solusi dan tidak mempermasalahkan perubahan mendadak yang terjadi di luar kontrol kita.
2. Memiliki kemampuan multitasking
Orang yang menerapkan skill adaptive atau kemampuan untuk selalu beradaptasi dengan baik di berbagai situasi biasanya juga memiliki kemampuan multitasking yang sangat efektif untuk menghadapi perubahan yang terjadi secara mendadak.
Multitasking akan membuat seseorang mampu untuk melakukan beberapa tugas dalam satu waktu.
Hal ini sangat berguna karena saat perubahan terjadi, maka semua orang akan dituntut untuk dapat melakukan job desk secara cepat dan tepat
Orang yang terbiasa untuk melakukan multitasking akan menjadi sosok yang sangat dibutuhkan saat perubahan terjadi karena mereka adalah seseorang dengan kemampuan fast learning yang tidak tertandingi.
Maka dari itu, Gen Z harus belajar lebih sering untuk membiasakan diri menggunakan kemampuan multitasking di perusahaan yang sedang ditempati.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
