
Ilustrasi kebiasaan tidak sehat dan tidak bugar menurut psikologi.
JawaPos.com – Psikologi mengungkap bahwa kebiasaan tertentu dapat berdampak buruk pada tidak sehat dan tidak bugar tubuh seseorang, terutama seiring bertambahnya usia.
Pola hidup yang tidak terjaga sering kali menjadi penyebab menurunnya kondisi fisik dan mental.
Kebiasaan ini, meski tampak sepele, dapat menghambat upaya untuk tetap sehat dan bugar di segala tahap usia.
Dilansir dari Hack Spirit pada Kamis (16/1), diterangkan bahwa terdapat delapan kebiasaan orang yang semakin tidak sehat dan tidak bugar seiring dengan bertambahnya usia mereka menurut Psikologi.
1. Kebiasaan menetap tanpa bergerak
Semakin bertambahnya usia seringkali membuat kebanyakan orang terjebak dalam rutinitas yang minim pergerakan fisik. Padahal penelitian membuktikan bahwa gaya hidup yang terlalu banyak duduk dan kurang bergerak bisa memicu berbagai masalah kesehatan serius seperti obesitas, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker.
Meski jadwal kerja dan kehidupan keluarga terasa menyita waktu, namun selalu ada celah untuk meningkatkan aktivitas fisik dalam keseharian. Perubahan sederhana seperti memilih naik tangga daripada lift atau jalan-jalan singkat seusai makan malam bisa memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan.
2. Kebiasaan makan tidak sehat
Metabolisme tubuh akan melambat seiring bertambahnya usia, tidak seperti saat masih muda yang bisa mencerna berbagai jenis makanan tanpa masalah berarti. Mengonsumsi makanan olahan dan cepat saji karena alasan kepraktisan justru bisa menurunkan energi dan menambah berat badan secara perlahan namun pasti.
Mengubah pola makan dengan lebih banyak memasak di rumah dan fokus pada makanan utuh seperti buah, sayur, protein rendah lemak dan biji-bijian utuh memang terasa menantang di awal. Namun seiring waktu, tubuh akan beradaptasi dan memberikan manfaat positif berupa energi yang lebih baik dan penurunan berat badan.
3. Pemeriksaan kesehatan yang terabaikan
Rutinitas check up kesehatan menjadi semakin krusial seiring bertambahnya usia karena mampu mendeteksi potensi masalah kesehatan sejak dini saat masih lebih mudah ditangani.
Sayangnya banyak orang yang enggan ke dokter kecuali ketika sudah merasa sakit, padahal ini adalah kebiasaan yang sering ditemui pada mereka yang kesehatannya menurun drastis saat menua.
Mengubah pola pikir dari reaktif menjadi preventif dalam menjaga kesehatan sangatlah penting untuk kesejahteraan jangka panjang. Prioritaskan pemeriksaan kesehatan rutin sebagai investasi untuk masa depan yang lebih sehat.
4. Mengabaikan waktu istirahat

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
