Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Mei 2026 | 21.31 WIB

Jika Anda Sering Merasa Lelah dan Kurang Termotivasi, Cobalah Menerapkan 7 Kebiasaan Pagi Ini Menurut Psikologi

seseorang yang kurang termotivasi / foto: Magnific/amenic181 - Image

seseorang yang kurang termotivasi / foto: Magnific/amenic181

JawaPos.com - Di tengah tuntutan hidup yang semakin cepat, banyak orang memulai hari dengan perasaan lelah bahkan sebelum aktivitas benar-benar dimulai. Alarm berbunyi, tangan otomatis meraih ponsel, pikiran langsung dipenuhi daftar pekerjaan, dan tubuh terasa berat untuk bergerak. Lama-kelamaan, rasa lelah itu berubah menjadi kehilangan motivasi. Hari terasa monoton, energi mudah habis, dan semangat perlahan memudar.

Padahal, menurut psikologi, cara kita memulai pagi memiliki pengaruh besar terhadap suasana hati, fokus, produktivitas, bahkan kesehatan mental sepanjang hari. Kebiasaan kecil yang dilakukan di pagi hari dapat membantu otak merasa lebih tenang, tubuh lebih segar, dan emosi menjadi lebih stabil.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu melakukan perubahan besar untuk mulai merasa lebih baik. Beberapa kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru memiliki dampak paling kuat.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (30/5), terdapat tujuh kebiasaan pagi yang secara psikologis dapat membantu mengurangi rasa lelah dan meningkatkan motivasi hidup Anda.

1. Bangun Tanpa Langsung Memeriksa Ponsel

Banyak orang membuka mata dan langsung memeriksa notifikasi, media sosial, atau email pekerjaan. Kebiasaan ini tampak sepele, tetapi secara psikologis dapat membuat otak langsung masuk ke mode stres.

Ketika otak menerima terlalu banyak informasi di pagi hari, hormon stres seperti kortisol meningkat lebih cepat. Akibatnya, Anda merasa cemas, terburu-buru, dan mental menjadi cepat lelah bahkan sebelum hari dimulai.

Cobalah memberi jeda 15–30 menit tanpa ponsel setelah bangun tidur. Gunakan waktu itu untuk bernapas tenang, meregangkan tubuh, atau sekadar menikmati suasana pagi.

Psikolog menyebut kebiasaan ini sebagai bentuk “mental grounding”, yaitu membantu pikiran tetap stabil sebelum menerima tekanan dari dunia luar.

2. Rapikan Tempat Tidur Setelah Bangun

Kebiasaan sederhana ini sering diremehkan, tetapi memiliki efek psikologis yang cukup besar. Merapikan tempat tidur memberikan sinyal kepada otak bahwa Anda telah menyelesaikan satu tugas kecil sejak pagi.

Hal itu menciptakan rasa pencapaian awal yang dapat meningkatkan motivasi untuk menjalani aktivitas berikutnya. Otak manusia menyukai keteraturan, dan lingkungan yang rapi membantu mengurangi stres mental tanpa disadari.

Selain itu, ruangan yang lebih tertata juga membantu pikiran terasa lebih ringan dan tidak mudah kacau.

Kebiasaan kecil seperti ini melatih disiplin secara perlahan tanpa tekanan besar.

3. Minum Air Putih Sebelum Mengonsumsi Kafein

Setelah tidur selama berjam-jam, tubuh mengalami dehidrasi ringan. Kondisi ini sering menyebabkan rasa lemas, sulit fokus, dan suasana hati menurun.

Sayangnya, banyak orang langsung minum kopi tanpa memenuhi kebutuhan cairan tubuh terlebih dahulu.

Menurut penelitian psikologi kesehatan, kondisi fisik sangat memengaruhi kondisi emosional. Ketika tubuh kekurangan cairan, otak bekerja lebih lambat dan energi mental ikut menurun.

Minumlah satu atau dua gelas air putih setelah bangun tidur sebelum mengonsumsi kopi atau teh. Kebiasaan sederhana ini membantu tubuh terasa lebih segar dan meningkatkan kejernihan berpikir.

4. Bergerak Ringan Selama 5–10 Menit

Anda tidak harus langsung melakukan olahraga berat. Peregangan ringan, berjalan santai, yoga sederhana, atau beberapa gerakan tubuh sudah cukup membantu meningkatkan energi.

Dalam psikologi, aktivitas fisik berkaitan erat dengan produksi hormon endorfin dan dopamin, yaitu zat kimia otak yang membantu meningkatkan suasana hati dan motivasi.

Ketika tubuh bergerak, aliran darah menjadi lebih lancar dan otak menerima lebih banyak oksigen. Akibatnya, rasa kantuk dan malas perlahan berkurang.

Bahkan lima menit gerakan ringan di pagi hari dapat membuat perbedaan besar terhadap mood sepanjang hari.

5. Hindari Langsung Memikirkan Beban Hari Ini

Salah satu penyebab kelelahan mental adalah kebiasaan memikirkan terlalu banyak hal sejak pagi. Baru bangun tidur, pikiran sudah dipenuhi deadline, masalah pekerjaan, tagihan, atau kekhawatiran lainnya.

Psikologi kognitif menjelaskan bahwa otak yang langsung dipenuhi tekanan akan lebih cepat mengalami kelelahan emosional.

Sebagai gantinya, fokuslah pada satu hal sederhana yang bisa Anda lakukan saat ini.

Misalnya:

“Saya hanya perlu mandi dan sarapan dulu.”
“Saya akan menyelesaikan satu tugas pertama dengan tenang.”
“Hari ini saya tidak harus sempurna.”

Cara berpikir seperti ini membantu mengurangi tekanan mental dan membuat hari terasa lebih ringan.

6. Tuliskan Tiga Hal yang Anda Syukuri

Rasa lelah tidak selalu berasal dari tubuh. Kadang, sumbernya adalah pikiran yang terlalu fokus pada kekurangan dan tekanan hidup.

Melatih rasa syukur di pagi hari membantu otak melihat sisi positif kehidupan dengan lebih seimbang. Dalam psikologi positif, kebiasaan ini terbukti membantu meningkatkan optimisme dan kesehatan emosional.

Anda tidak perlu menulis hal besar. Cukup hal-hal sederhana seperti:

Masih diberi kesehatan
Bisa menikmati udara pagi
Memiliki seseorang yang peduli
Memiliki waktu untuk beristirahat

Ketika dilakukan secara rutin, otak akan lebih mudah menemukan hal baik dalam kehidupan sehari-hari.

7. Beri Diri Sendiri Kalimat yang Menenangkan

Banyak orang memulai hari dengan kritik terhadap diri sendiri:

“Saya malas.”
“Saya tidak produktif.”
“Saya gagal.”
“Saya tidak cukup baik.”

Padahal, cara kita berbicara kepada diri sendiri sangat memengaruhi kondisi psikologis.

Menurut psikologi, self-talk atau dialog internal memiliki dampak besar terhadap motivasi dan kepercayaan diri.

Cobalah mengganti kalimat keras dengan kalimat yang lebih suportif seperti:

“Saya sedang berusaha.”
“Tidak apa-apa berjalan pelan.”
“Saya bisa melewati hari ini.”
“Saya layak beristirahat dan berkembang.”

Kata-kata sederhana ini membantu menenangkan sistem saraf dan membuat pikiran lebih stabil.

Mengapa Kebiasaan Pagi Sangat Penting?

Pagi hari adalah fondasi emosional untuk sisa hari Anda. Apa yang Anda lakukan dalam satu jam pertama setelah bangun tidur sering kali menentukan:

tingkat fokus,
kestabilan emosi,
energi mental,
dan motivasi sepanjang hari.

Jika pagi dimulai dengan terburu-buru, stres, dan tekanan, otak akan mempertahankan pola itu hingga malam. Sebaliknya, pagi yang lebih tenang membantu tubuh dan pikiran bekerja dengan lebih seimbang.

Perubahan kecil memang tidak langsung mengubah hidup dalam satu malam. Namun ketika dilakukan berulang, kebiasaan kecil membentuk pola hidup yang lebih sehat secara mental.

Anda Tidak Harus Menjadi Produktif Setiap Saat

Kadang kita merasa bersalah ketika tidak bersemangat setiap hari. Padahal manusia bukan mesin yang harus selalu produktif tanpa henti.

Merasa lelah bukan berarti lemah. Kurang motivasi bukan berarti gagal. Bisa jadi tubuh dan pikiran Anda memang sedang meminta jeda.

Mulailah dari hal kecil. Tidak perlu langsung menerapkan semua kebiasaan sekaligus. Pilih satu atau dua yang terasa paling mudah dilakukan.

Karena sering kali, hidup tidak berubah karena langkah besar yang dramatis, melainkan karena kebiasaan kecil yang dilakukan dengan konsisten setiap pagi.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore