
Ilustrasi pasangan yang memiliki hubungan sehat. (Pexels)
JawaPos.com - Dalam hubungan, kasih sayang dan perhatian memang penting, tetapi ketika itu berubah menjadi sifat terlalu lengket atau clingy, hubungan bisa terasa tidak sehat.
Menariknya, sifat clingy ini sering kali berakar pada pengalaman yang dialami seseorang selama masa kecil.
Clingy bukan sekadar ciri kepribadian unik. Menurut para ahli psikologi, sifat ini sering kali dipengaruhi oleh pola asuh, hubungan dengan orang tua, hingga lingkungan tempat seseorang dibesarkan.
Memahami akar permasalahan ini dapat membantu kita lebih baik dalam menjalani hubungan.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (16/1), berikut delapan pengalaman umum yang biasanya dimiliki oleh orang-orang yang cenderung clingy dalam hubungan mereka.
1. Rasa Tidak Aman yang Berakar di Masa Kecil
Masa kanak-kanak adalah fondasi bagi perkembangan emosional seseorang. Bagaimana seorang anak diperlakukan oleh orang tua atau pengasuhnya dapat membentuk rasa aman atau justru sebaliknya.
Anak yang tumbuh dengan ketidakamanan emosional, seperti rasa takut ditinggalkan atau ditolak, cenderung membawa perasaan itu hingga dewasa. Akibatnya, mereka sering kali membutuhkan kepastian terus-menerus dari pasangan.
Jika kamu merasa selalu khawatir pasangan akan meninggalkanmu, cobalah refleksikan pengalaman masa kecilmu. Memahami akar perasaan ini adalah langkah awal untuk memperbaikinya.
2. Kurangnya Teladan Hubungan yang Stabil
Anak-anak belajar tentang hubungan dari orang dewasa di sekitarnya. Jika mereka tumbuh dalam lingkungan dengan hubungan yang tidak stabil, mereka bisa kesulitan membangun hubungan sehat saat dewasa.
Misalnya, jika seorang anak melihat orang tuanya sering bertengkar atau bahkan berpisah, pola itu bisa terbawa ke dalam hubungan mereka sendiri.
Mengenali pengaruh ini dapat membantu memperbaiki pola hubungan yang kurang sehat.
3. Pengabaian Emosional

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
