
Ilustrasi orang yang sering mengingkari janji biasanya menunjukkan delapan sifat yang mengkhawatirkan ini. (Pexels/Anete Lusina)
JawaPos.com - Jika seseorang terus menerus mengingkari janji, kamu tahu bahwa mereka bukanlah orang yang dapat diandalkan. Begitu juga mereka yang selalu mengecewakanmu, berarti kurang berkomitmen.
Namun, seperti gunung es, seringkali ada banyak hal yang terjadi di bawah permukaan. Jiwa manusia bisa sangat rumit, sehingga memerlukan usaha ekstra untuk menguraikan apa yang ada di baliknya.
Dilansir dari Geediting, orang yang sering mengingkari janji biasanya menunjukkan delapan sifat yang mengkhawatirkan ini. Memahami sifat-sifat ini dapat membantumu berhubungan dengan orang-orang yang seperti ini dengan lebih mudah.
1. Kurangnya pertimbangan
Menjadi penerima janji yang diingkari itu seperti menerima pukulan di perut. Itu membuatmu kehabisan napas, meragukan kepercayaanmu pada orang lain dan bahkan pada diri sendiri. Orang yang terus-menerus mengingkari janji seringkali menunjukkan kurangnya perhatian terhadap orang lain.
Seolah-olah mereka tidak menyadari dampak tindakan mereka, meninggalkan jejak kekecewaan dan perasaan sakit hati. Mereka lupa bahwa janji bukan sekadar kata-kata. Janji adalah komitmen, ikatan kepercayaan yang seharusnya bermakna.
Namun, bagi mereka yang terus-menerus mengingkari janji, ikatan ini tampaknya hanya bersifat dangkal, dan mudah dibuang ketika tidak lagi sesuai lagi.
2. Mengabaikan waktu dan usaha
Mereka selalu membuat rencana tetapi membatalkannya di menit-menit terakhir. Setiap kali, alasannya berbeda-beda, entah itu tugas yang tak terduga, rapat yang mendesak, penyakit yang tiba-tiba. Apa pun itu, mereka mengalaminya.
Namun, yang paling membuat frustasi bukanlah sekedar janji yang diingkari, tetapi juga ketidakpedulian yang nyata terhadap waktu dan usaha orang lain. ini adalah sifat umum di antara mereka yang terus-menerus mengingkari janji.
Mereka gagal memahami atau tidak peduli dengan waktu, usaha, dan sumber daya yang diinvestasikan orang lain berdasarkan kata-kata mereka.
3. Lari dari tanggung jawab
Ketika keadaan sudah mendesak, sebagian orang lebih memilih menghindari risiko daripada menghadapi konsekuensinya. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang sering mengingkari janji. Mereka sering membuat janji-janji muluk tanpa niat nyata untuk memenuhinya.
Hal ini karena lebih mudah mengatakan "Ya, saya akan melakukannya" daripada menjelaskan mengapa mereka tidak bisa atau tidak mau melakukannya. Dalam psikologi, hal ini dikenal sebagai 'bias keinginan sosial', yaitu kecenderungan individu untuk menampilkan diri mereka dengan cara yang akan dipandang baik oleh orang lain.
Itu adalah bentuk penghindaran, cara untuk menghindari tanggung jawab sambil mempertahankan citra positif.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
