
Ilustrasi anak manja. (pexels.com)
JawaPos.com - Memberi cinta dan kasih sayang kepada anak tentu menjadi hal yang tak terpisahkan dari tugas orang tua. Namun, apa jadinya jika pola asuh yang diterapkan justru terlalu memanjakan anak?
Tanpa disadari, hal ini dapat berdampak pada kepribadian anak di masa depan, menjadikannya kurang mandiri atau merasa terlalu bergantung pada orang lain.
Dilansir dari laman Blog Herald pada Selasa (14/1), berikut adalah 7 ciri umum orang tua yang membesarkan anak yang manja.
1. Menyelesaikan Tanggung Jawab Anak
Orang tua yang terlalu sering turun tangan menyelesaikan tugas atau masalah anak secara tidak sengaja mengajarkan bahwa mereka tidak perlu menghadapi tantangan sendiri.
Memang, sulit rasanya melihat anak kesulitan, tetapi tanpa pengalaman mengatasi masalah, anak tidak akan belajar tanggung jawab. Pola asuh semacam ini membuat anak merasa bahwa orang lain akan selalu menyelesaikan masalah mereka, yang tentu saja tidak realistis di dunia nyata.
2. Tidak Mengajarkan Batasan dan Disiplin
Meskipun terdengar keras, anak sebenarnya membutuhkan struktur dan batasan. Penelitian dari University of Minnesota menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan aturan yang jelas cenderung lebih disiplin, kompeten secara sosial, dan berprestasi lebih baik.
Namun, banyak orang tua menghindari menetapkan batasan karena takut dianggap terlalu keras atau khawatir membatasi kreativitas anak. Akibatnya, anak dapat tumbuh tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
3. Mengutamakan Persahabatan daripada Peran Sebagai Orang Tua
Sebagai orang tua, tentu ingin memiliki hubungan yang dekat dengan anak. Namun, ketika peran sebagai teman lebih diutamakan dibandingkan sebagai pengajar dan pembimbing, masalah bisa muncul.
Orang tua yang cenderung ingin selalu disukai anak sering kali mengabaikan perilaku buruk atau menuruti semua keinginan anak. Akibatnya, anak menjadi kurang menghormati aturan dan disiplin.
Penting untuk diingat bahwa menjadi orang tua berarti membuat keputusan demi kebaikan anak, bukan sekadar untuk membuat mereka senang.
4. Takut Anak Menjadi Kesal
Tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya sedih. Namun, ketakutan ini sering membuat orang tua menghindari situasi yang dapat menyebabkan anak kecewa. Padahal, kekecewaan adalah bagian alami dari kehidupan yang harus dihadapi.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
