Ilustrasi rekan kerja ditegur atasan (Mikhail Nilov/pexels.com)
JawaPos.com – Istilah "people pleaser" belakangan ini ramai dibicarakan di media sosial, mulai dari meme hingga thread panjang di Twitter. Apa sebenarnya arti istilah ini, dan mengapa banyak orang merasa terhubung dengannya?
Dilansir dari tulisan Carla Masdiana di NSS G-Club, people pleaser adalah seseorang yang memiliki kecenderungan untuk memprioritaskan kebahagiaan orang lain di atas kebutuhannya sendiri. Menurut psikolog Francesca Picozzi, pola ini sering kali berakar pada pola asuh masa kecil dan pengalaman yang membentuk cara kita berinteraksi dengan orang lain.
Setiap orang tentu pernah ingin menyenangkan orang lain, tetapi pada people pleaser, kebiasaan ini menjadi berlebihan hingga sulit menetapkan batas. Berikut beberapa tanda umumnya:
Tidak ada satu penyebab pasti, tetapi beberapa faktor berikut sering memengaruhinya:
Meski terlihat seperti perilaku yang positif, menjadi people pleaser dalam jangka panjang dapat merugikan kesehatan mental. Dampaknya meliputi:
Jika Anda merasa terlalu sering mengabaikan diri sendiri demi orang lain, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:
Refleksi Diri
Tanyakan pada diri sendiri mengapa Anda merasa perlu menyenangkan orang lain dan apa yang Anda rasakan setelah melakukannya.
Belajar Mengatakan "Tidak"
Menolak permintaan dengan sopan adalah keterampilan penting. Anda tidak perlu merasa bersalah untuk menjaga keseimbangan hidup.
Menetapkan Batas Sehat
Jelaskan batasan Anda dengan tegas kepada orang lain. Misalnya, tentukan waktu kapan Anda bisa membantu dan kapan tidak.
Meningkatkan Harga Diri
Fokus pada apa yang membuat Anda bahagia tanpa bergantung pada persetujuan orang lain.
Cari Bantuan Profesional
Konsultasi dengan psikolog atau konselor dapat membantu memahami akar dari perilaku ini dan memberikan strategi yang sesuai untuk mengubahnya.
Media sosial sering menyederhanakan konsep psikologis menjadi tren viral. Meski ini membantu meningkatkan kesadaran, ada risiko menganggap enteng dampaknya.
Meme atau lelucon tentang people pleaser mungkin membuat masalah ini terlihat ringan, padahal bagi sebagian orang, ini adalah pola perilaku yang serius dan membutuhkan perhatian lebih.
Fenomena people pleaser mencerminkan tantangan sosial modern, di mana tekanan untuk selalu "terlihat baik" sering kali membuat kita lupa untuk mengutamakan diri sendiri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
