
Ciri kepribadian sering diabaikan tapi banyak uang, menurut Psikologi. (freepik)
JawaPos.com – Psikologi menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil, termasuk perasaan diabaikan, dapat membentuk kepribadian seseorang di kemudian hari.
Individu yang mengalami demikian biasanya menunjukkan ciri kepribadian tertentu yang melekat.
Pola-pola ini sering kali menjadi respons emosional terhadap kurangnya perhatian di masa lalu. Dengan memahami ciri-ciri tersebut, kamu bisa lebih mengenali dampak masa kecil terhadap kepribadian dan mulai membangun hubungan yang lebih sehat dan positif.
Dilansir dari Hack Spirit pada Kamis (9/1), diterangkan bahwa terdapat delapan ciri kepribadian orang yang sering diabaikan di masa kecil mereka menurut Psikologi.
1. Kesulitan menjalin hubungan
Orang dewasa yang mengalami pengabaian di masa kecil seringkali menunjukkan pola yang kompleks dalam membina hubungan. Mereka cenderung kesulitan membangun dan mempertahankan ikatan emosional yang dekat dengan orang lain, terutama karena pengalaman masa lalu yang memaksa mereka untuk mandiri secara emosional.
Ketidakmampuan membentuk koneksi yang mendalam ini sering dilatarbelakangi oleh kurangnya rasa percaya dan keamanan dalam relasi. Meski mereka masih bisa menjalin hubungan, namun seringkali diwarnai dengan ketakutan akan komitmen dan perasaan tidak aman yang terus-menerus.
2. Terlalu mandiri
Kemandirian berlebihan menjadi ciri khas yang menonjol pada individu dengan masa kecil yang terabaikan. Mereka membangun mekanisme pertahanan diri dengan selalu siap menghadapi segala situasi seorang diri, bahkan ketika bantuan orang lain sebenarnya diperlukan.
Perilaku ini seringkali muncul sebagai respon adaptif terhadap pengalaman masa kecil di mana mereka harus mengandalkan diri sendiri. Kecenderungan untuk menolak bantuan ini bisa menjadi hambatan dalam membangun hubungan yang sehat dan seimbang dengan orang lain.
3. Sensitif terhadap penolakan
Rasa takut akan penolakan menjadi momok tersendiri bagi mereka yang pernah mengalami pengabaian di masa kecil. Penelitian dalam Journal of Personality Disorders mengungkapkan bahwa orang dewasa dengan riwayat pengabaian masa kecil memiliki tingkat kecemasan yang signifikan terhadap kemungkinan ditolak atau ditinggalkan.
Sensitivitas berlebih ini dapat memicu kesalahpahaman dalam hubungan sosial karena mereka cenderung menafsirkan situasi netral sebagai bentuk penolakan. Kondisi ini sering menimbulkan konflik dalam hubungan interpersonal mereka.
4. Perfeksionisme
Perfeksionisme muncul sebagai mekanisme kompensasi dari pengalaman pengabaian masa kecil. Keyakinan bahwa kesempurnaan adalah satu-satunya jalan untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang mendorong mereka untuk terus menerus mengejar standar yang terlampau tinggi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
