
Ilustrasi- Orang yang suka melihat kegagalan orang lain. (freepik).
JawaPos.com - Melihat kegagalan orang lain seringkali menjadi perasaan yang sulit dijelaskan, namun dalam psikologi, ada berbagai alasan mengapa sebagian orang merasa puas atau bahkan senang ketika orang lain gagal.
Fenomena ini dikenal dengan istilah Schadenfreude dan bisa mencerminkan berbagai aspek kepribadian seseorang, mulai dari rasa iri hingga ketidakamanan. Perilaku ini, meskipun tidak selalu disadari, bisa memberi petunjuk tentang bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri dan dunia di sekitarnya.
Dalam artikel ini, melansir Geediting, kita akan membahas 8 ciri kepribadian orang yang sangat suka melihat kegagalan orang lain menurut pandangan psikologi, serta bagaimana faktor-faktor tersebut berperan dalam membentuk pola pikir dan perilaku mereka.
1) Schadenfreude: Nikmat dalam Kegagalan Orang Lain
Istilah Schadenfreude berasal dari bahasa Jerman yang berarti kebahagiaan atas penderitaan orang lain. Orang dengan ciri ini sering merasa senang ketika melihat orang lain gagal, terutama jika mereka merasa iri atau merasa kompetisi dengan orang tersebut.
2) Iri Hati: Perasaan Terkadang Memang Tidak Bisa Dihindari
Rasa iri sering menjadi dasar dari kebahagiaan seseorang melihat kegagalan orang lain. Mereka mungkin merasa orang lain tidak pantas mendapatkan kesuksesan, sehingga kegagalan orang tersebut memberikan rasa keadilan semu.
3) Ketidakamanan: Rasa Tidak Percaya Diri yang Membuat Mereka Menyukai Kegagalan Orang Lain
Orang yang tidak percaya diri cenderung merasa terancam oleh keberhasilan orang lain. Melihat kegagalan orang lain dapat membantu mereka merasa lebih baik tentang diri sendiri dan memberikan ilusi bahwa mereka lebih unggul.
4) Dominasi: Kebutuhan untuk Selalu Berada di Atas
Kepribadian yang mendominasi memiliki kebutuhan untuk selalu menjadi yang terbaik. Mereka melihat kegagalan orang lain sebagai konfirmasi bahwa mereka masih berada di puncak hierarki sosial atau profesional.
5) Kurangnya Empati: Kesulitan untuk Merasakan Empati terhadap Orang Lain
Orang yang memiliki empati rendah cenderung sulit memahami atau peduli dengan penderitaan orang lain. Ini membuat mereka lebih mudah menikmati kegagalan orang lain tanpa merasa bersalah.
6) Pencapaian Tinggi: Pendorong untuk Selalu Menjadi Lebih Baik
Beberapa orang dengan motivasi pencapaian tinggi merasa terinspirasi oleh kegagalan orang lain untuk terus berjuang menjadi yang terbaik. Meskipun tidak selalu negatif, ini bisa memicu persaingan tidak sehat.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
