
ilustrasi seorang perempuan duduk menikmati suasana tenang di pinggir danau.
JawaPos.com - Kejadian yang sering dialami pada kehidupan modern, salah satunya adalah tuntutan tanpa henti yang sering kali membuat kita merasa kewalahan.
Satu di antara kunci untuk menjaga kesehatan mental dan emosional adalah dengan menetapkan batasan diri yang sehat.
Batasan diri bisa digambarkan dengan pagar yang melindungi kebun, menjaga hal-hal berharga di dalam dan mencegah gangguan dari luar.
Cara membuat batasan diri tidak berarti dianggap sebagai orang yang egois atau menutup diri dari orang lain. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk penghormatan terhadap diri sendiri dan orang lain.
Apabila kita membuat batasan yang jelas, kita dapat menjaga energi, fokus, dan kesejahteraan secara menyeluruh.
Berdasarkan informasi dari psychologytoday pada Minggu (5/1), terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan. Langkah awal membangun batasan yang lebih baik adalah mengenali batasan diri sendiri.
Sadari kapasitas fisik, emosional, dan mental yang dimiliki. Jujurlah pada diri sendiri tentang kebutuhan dan prioritas utama.
Cobalah untuk bertanya pada diri sendiri, apakah Anda merasa bertanggung jawab atas perasaan orang lain? Apakah Anda memikul beban yang seharusnya bukan milik Anda? Refleksi diri akan membantu mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.
Komunikasikan batasan Anda dengan jelas dan tegas, namun tetap dengan sopan. Sampaikan kebutuhan dan harapan Anda kepada orang-orang di sekitar. Serta hindari asumsi bahwa orang lain dapat membaca pikiran Anda.
Selanjutnya keterbukaan adalah fondasi hubungan yang sehat. Berani mengatakan "tidak" dengan bijak adalah bagian penting dari menetapkan batasan. Menolak permintaan bukan berarti menolak orangnya.
Kemudian lakukan batasan yang telah Anda tetapkan secara konsisten. Jangan biarkan orang lain melanggar batasan yang telah disepakati. Ketegasan akan membangun rasa hormat.
Kunci dari menjaga ketenangan batin adalah konsisten. Berani menghadapi ketidaknyamanan emosional saat menetapkan batasan.
Awalnya mungkin terasa sulit, tetapi ini adalah proses penting. Ingatlah, Anda berhak atas ruang dan waktu untuk diri sendiri.
Bergaul dengan orang-orang yang mendukung dan menghargai batasan Anda. Dukungan sosial sangat penting dalam menjaga kesehatan mental. Carilah lingkungan yang positif.
Tidak lupa juga untuk menetapkan konsekuensi yang jelas jika ada yang melanggar batasan Anda. Konsekuensi ini bukan untuk menghukum, tetapi untuk menjaga keberlangsungan batasan. Ini adalah bentuk perlindungan diri.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
