
Ilustrasi orang yang merasa tidak percaya diri./(freepik.com/katemangostar)
JawaPos.com - Terkadang kita sering mencari kesalahan pada penampilan diri sendiri, entah itu merasa gemuk, kulit wajah agak gelap, atau ada bintik-bintik halus.
Padahal jauh dari itu, kita sudah diberikan anugerah terbaik dari Tuhan. Selalu mencari kesalahan pada penampilan akan membuat kita merasa tidak bersyukur dan akhirnya tidak percaya diri.
Dilansir dari laman Small Business Bonfire pada (05/01) orang yang selalu mencari kesalahan pada penampilannya dan merasa tidak percaya diri, sering kali mengalami hal ini :
1. Perbandingan tanpa akhir
Saat tumbuh dewasa, orang yang sering mengkritik penampilan biasanya menghadapi rentetan perbandingan.
Mungkin itu adalah saudara kandung yang selalu dipuji atas penampilannya, teman sebaya yang tampak menjalani hidup dengan mudah, atau bahkan seorang selebriti idola dengan standar kecantikan yang mustahil.
Perbandingan yang terus-menerus ini, baik yang dilakukan oleh diri sendiri atau orang lain, dapat menanamkan benih keraguan diri dan ketidakpuasan terhadap tubuh seumur hidup.
Masalahnya bukan pada perbandingan itu sendiri, tapi bobot yang diberikan. Kita mulai mengukur nilai diri sendiri berdasarkan penampilan, dan sering kali merasa diri telah gagal.
2. Menangani penindasan
Banyak orang yang terus-menerus mencari-cari kesalahan pada penampilan mereka pernah mengalami perundungan atau cemoohan serupa saat tumbuh dewasa.
Pengalaman-pengalaman ini dapat meninggalkan luka emosional yang mendalam, kemudian mengarah pada persepsi diri secara kasar.
Namun penting untuk diingat bahwa kata-kata menyakitkan dari orang lain mencerminkan rasa tidak aman dan masalah sendiri. Ini bukan tentangmu, tapi tentang mereka.
3. Kecenderungan perfeksionis
Orang yang terus-menerus mengkritik penampilan mereka sering kali tumbuh di lingkungan di mana standar tinggi adalah hal yang biasa. Mereka didorong untuk berprestasi, baik dalam bidang akademik, olahraga, atau kegiatan lainnya.
Tekanan untuk menjadi sempurna ini dapat berdampak pada cara seseorang memandang penampilannya. Jika mereka tidak memenuhi standar ‘sempurna’ ini, mereka mungkin merasa gagal.
Baca Juga: Jika Anda Benar-benar Introvert, 8 Kebiasaan di Ruang Publik Berikut Mungkin Sering Anda Lakukan
Hal ini dapat menyebabkan pengawasan diri terus-menerus dan pencarian tanpa akhir untuk mencapai cita-cita fisik yang tidak dapat dicapai. Mengenali pola ini adalah langkah pertama untuk memutus siklus tersebut.
4. Pengaruh media
Saat tumbuh dewasa, banyak dari kita dibanjiri dengan gambaran tubuh 'sempurna' di TV, film, majalah, dan media sosial. Bagi mereka yang sering mencari-cari kesalahan pada penampilan, penggambaran media ini sering kali memainkan peran penting selama tahun-tahun pembentukan mereka.
Mereka menetapkan standar untuk sesuatu yang dianggap menarik atau diinginkan, dan menciptakan standar tidak realistis yang ingin dipenuhi oleh banyak orang.
Paparan terus-menerus terhadap tubuh ideal dapat merusak persepsi diri dan berkontribusi pada citra tubuh yang negatif. Tapi penting untuk diingat bahwa gambar-gambar ini sering kali diberi airbrush, difilter, atau 'disempurnakan'.
Orang sejati memiliki kekurangan dan ketidaksempurnaan. Memahami hal ini dapat membantu memutus siklus kritik diri dan membuka jalan menuju citra tubuh yang lebih sehat.
5. Kurangnya penguatan positif
Banyak orang yang terus-menerus memilah-milah penampilan mereka tumbuh tanpa menerima banyak dukungan positif tentang penampilan mereka. Mungkin orang tuanya tidak mengomentari penampilan atau gagal meyakinkan saat tumbuh menjadi remaja.
Tidak adanya komentar positif dapat menciptakan kekosongan, serta menyisakan ruang bagi keraguan diri untuk masuk. Hikmahnya adalah tidak ada kata terlambat untuk mulai memberi dirimu dengan pujian yang tidak diterima saat tumbuh dewasa.
6. Perubahan tubuh
Banyak orang yang terbiasa mengkritik penampilan mereka dapat menelusuri rasa tidak aman mereka sejak masa remaja yang penting ini. Perubahan fisik yang terjadi saat pubertas bisa sangat mengganggu, menyebabkan perasaan tidak nyaman dan malu.
Perasaan ini bisa semakin dalam jika teman sebaya atau keluarga melontarkan komentar yang tidak sensitif selama masa ini, sehingga menyebabkan kerusakan pada citra diri seseorang.
Penting untuk diingat bahwa setiap orang mengalami perubahan dan ini adalah bagian alami dari pertumbuhan, tenang saja kamu tidak sendirian.
7. Sikap keluarga yang negatif
Sikap keluarga terhadap penampilan dan citra tubuh dapat meninggalkan dampak bertahan lama. Mereka yang sering mengkritik penampilan sering kali tumbuh dalam keluarga yang terlalu menekankan penampilan fisik.
Mungkin ada komentar yang dibuat mengenai berat badan mereka, kebiasaan makan, atau perbandingan yang dibuat antara mereka dan anggota keluarga lainnya. Sikap-sikap ini dapat menanamkan perasaan bahwa harga diri seseorang ditentukan oleh penampilannya, sehingga menumbuhkan rasa introspeksi yang tiada henti.
8. Pengabaian emosional
Mungkin pengalaman paling mendalam yang dialami oleh orang-orang yang terus-menerus mencari-cari kesalahan dalam penampilan mereka adalah pengabaian emosional.
Terkadang, berfokus pada penampilan adalah cara untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit atau pengabaian emosional lebih dalam.
Lebih mudah terpaku pada kekurangan fisik daripada menghadapi perasaan kesepian, penolakan, atau rendah diri. Ini bukan tentang mencari validasi eksternal, tetapi tentang belajar mengakui, memvalidasi, dan memupuk emosi sendiri.
Dikutip dari laman Halodoc, pada intinya jika kamu mengalami hal tersebut, maka sebaiknya untuk menerima diri sendiri terlebih dulu dan pastikan kamu mengenalinya dengan positif.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
