
Kepribadian pria selingkuh menurut Psikologi. (Freepik/freepik)
JawaPos.com – Tindakan selingkuh sering kali membingungkan, terutama jika dilakukan oleh pria yang tampaknya memiliki segalanya, keluarga yang harmonis, karier sukses, dan stabilitas finansial. Mengapa seseorang yang terlihat “sempurna” masih mencari sesuatu di luar hubungan mereka?
Menurut psikologi, ada beberapa sifat kepribadian yang sering ditemukan pada pria dengan kecenderungan selingkuh meski punya segalanya. Sifat-sifat ini tidak hanya mencerminkan aspek emosional, tetapi juga dinamika kompleks dalam hubungan dan kebutuhan mereka.
Dilansir dari geediting.com pada Jumat (27/12), diterangkan bahwa terdapat delapan sifat kepribadian pria yang meski telah memiliki segalanya dalam hidup tapi mereka masih tetap selingkuh menurut Psikologi.
Beberapa individu yang tampak sukses dan percaya diri ternyata menyimpan kerentanan emosional yang mendalam. Di balik citra gemilang, mereka seringkali bergulat dengan perasaan tidak layak atau takut ditolak. D
orongan untuk mencari pembenaran di luar hubungan mereka bukan sekadar keinginan bermain api, melainkan upaya untuk menegaskan harga diri.
Mereka berusaha membuktikan diri masih menarik dan diinginkan, bukan karena pasangan mereka kurang, tetapi karena pergulatan internal yang kompleks.
Paradoksnya, pelaku perselingkuhan kerap memiliki sensitivitas emosional yang tinggi. Kemampuan mereka memahami perasaan orang lain justru dapat menjadi celah untuk menjalin hubungan yang tidak pantas.
Mereka mampu membaca emosi dengan tajam, namun kesulitan menetapkan batasan yang jelas. Ironisnya, mereka tidak abai terhadap rasa sakit yang akan ditimbulkan, namun tetap kesulitan mengendalikan dorongan batin.
Hasrat akan petualangan dan ketegangan menjadi pendorong utama perilaku ini. Sistem reward dalam otak mereka bereaksi kuat terhadap pengalaman baru yang berisiko. Setiap momen rahasia memberikan ledakan dopamin yang membuat mereka ketagihan.
Bukan sekadar pelampiasan nafsu, melainkan semacam pertarungan melawan rutinitas dan ekspektasi sosial yang membebani.
Perselingkuhan kerap muncul bukan karena ketidakpuasan fisik, melainkan kekosongan rasa. Mereka merasa terasing dalam hubungan yang ada, seolah kehilangan koneksi mendalam.
Perbuatan berbahaya ini menjadi cara keliru untuk mengisi kekosongan batin yang mereka rasakan. Bukan karena pasangan tidak mampu mencintai, tetapi karena masalah kompleks dalam diri sang pelaku.
Sosok yang tampak sempurna kerap mengalami tekanan berat untuk selalu tampil ideal. Tuntutan dari lingkungan, profesi, atau bahkan diri sendiri membuat mereka tertekan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
