Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Desember 2024 | 19.55 WIB

Orang yang Mudah Menjadi Sasaran Empuk Penipuan Biasanya Menunjukkan 9 Perilaku ini Menurut Psikologi

Ilustrasi 9 perilaku umum yang membuat orang menjadi sasaran empuk penipuan. (freepik/jcomp) - Image

Ilustrasi 9 perilaku umum yang membuat orang menjadi sasaran empuk penipuan. (freepik/jcomp)

JawaPos.com - Menjadi korban penipuan dapat menjadi pengalaman yang menyakitkan. Sayangnya, beberapa orang tampaknya menjadi target yang lebih mudah ditipu daripada yang lainnya.

Menurut psikologi, ternyata ada beberapa pola di balik seseorang yang mudah tertipu. Mereka memiliki perilaku tertentu yang membuatnya lebih rentan terhadap penipuan.

Dilansir dari Geediting, terdapat ciri-ciri tertentu yang dapat membuat seseorang lebih mudah tertipu. Inilah 9 perilaku umum yang membuat orang menjadi sasaran empuk penipuan.

1. Percaya pada kebaikan orang lain

Ada daya tarik tertentu dalam memercayai kebaikan hati manusia. Namun, menurut psikologi, hal ini dapat membuat mereka menjadi sasaran empuk bagi penipu. Bukan berarti menjadi sinis atau mulai meragukan semua orang di sekitar, tetapi menjadi skeptisme dapat membantu melindungi dari penipuan.

Penipu seringkali memanfaatkan kepercayaan dan itikad baik seseorang. Mereka menampilkan diri sebagai individu yang dapat dipercaya atau perusahaan yang sah dan memikat korbannya agar mengikuti rencana jahat mereka.

2. Menderita 'efek halo'

Efek halo adalah sebuah konsep psikologis yang menggambarkan kecenderungan kita untuk membentuk kesan menyeluruh tentang seseorang berdasarkan satu sifat positif. Misalnya jika seseorang tampan, kita akan berasumsi bahwa mereka juga baik, cerdas, dan dapat dipercaya.

Bias kognitif ini dapat membuat kita lebih rentan terhadap penipuan. Penipu seringkali menampilkan diri mereka dalam cahaya yang positif, memamerkan sifat-sifat menarik untuk mendapatkan kepercayaan kita. Setelah mereka membangun citra positif ini, kita cenderung mengabaikan tanda-tanda bahaya apapun.

3. Mengabaikan 'efek devil'

Meskipun 'efek halo' dapat membuat kita rentan terhadap penipuan, efek serupa yang kurang dikenal yaitu 'efek devil', bisa sangat berbahaya. Fenomena psikologis ini pada dasarnya adalah kebalikan dari 'efek halo'.

Efek devil adalah situasi ketika kita membentuk opini negatif tentang seseorang berdasarkan satu sifat yang tidak disukai. Penipu menyadari bias ini dan mereka sering menggunakannya untuk keuntungan mereka.

Mereka sengaja mengungkapkan kelemahan kecil yang tampaknya tidak berbahaya untuk membuat tindakan mereka lebih menyakitkan. Logikanya sederhana tetapi berlawanan dengan intuisi. Dengan mengungkap kekurangan, mereka tampak lebih manusiawi, lebih autentik.

4. Orang yang selalu berkata 'ya'

Beberapa dari kita mungkin senang menyenangkan orang lain. Kita merasa sulit untuk menolak permintaan atau tawaran, bahkan ketika permintaan atau tawaran itu tampak mencurigakan atau terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore